Breaking News:

Dishub Kota Batu Pastikan Damri Tak Mengambil atau Menurunkan Penumpang di Luar Terminal

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono memaklumi kekhawatiran yang diungkapkan pegiat travel wisata soal adanya bus Damri.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
SURYA/BENNI INDO
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata Damri dari Kota Batu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono memaklumi kekhawatiran yang diungkapkan pegiat travel wisata.

Pihaknya menjelaskan, Damri merupakan program turunan dari pemerintah pusat dan diprioritaskan terhadap masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah pusat mengaplikasikan program ini untuk mempermudah konektivitas dan ramah melayani wisatawan menuju tujuan wisata serta harganya terjangkau.

Agar pelaku usaha perjalanan tidak khawatir akan mengambil pangsa pasar mereka selama ini. Imam Suryono menggarisbawahi, bus Damri mengangkut penumpang dari Terminal Kota Batu langsung menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tidak menaikan atau menurunkan penumpang di sepanjang perjalanan menuju Bromo.

"Begitu juga sebaliknya. Itu kesepakatan kami dengan Damri. Jadi tak perlu khawatir berlebihan," ujar Imam Suryono, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Damri Dikhawatirkan Ganggu Peluang Usaha Wisata Kota Batu, Korembi Usul Harus Ada Kolaborasi

Moda transportasi darat milik BUMN ini dioperasikan di 11 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Salah satunya di Kota Batu yang berdekatan dengan kawasan TNBTS.

"Program ini diterapkan di Kota Batu karena masuk kawasan strategis pariwisata nasional. Kehadiran Damri untuk mempermudah wisatawan menuju ke Bromo. Terutama masyarakat berpenghasilan rendah," kata Imam Suryono.

Kesempatan ini menjadi peluang bagi travel untuk menyediakan jasa layanan transportasi kepada wisatawan yang akan berkunjung ke desa wisata.

Baca juga: Harap 2021 Tahun Pemulihan, Pemkot Batu Target 10 Program Prioritas Pembangunan Maksimal Tahun Depan

"Nah nanti formulasi itu bisa dibahas lebih lanjut ke Disparta. Kalau Dishub hanya teknis transportasinya," timpal Imam Suryono.

Di sisi lain, ia menambahkan, Dishub Kota Batu menginginkan agar Korembi dengan total 422 unit kendaraan itu, mengurus perizinan angkutan pariwisata.

Imam Suryono menerangkan, untuk tujuan dalam kota/kabupaten perizinan cukup diurus di Dishub kota/kabupaten. Sedangkan jika antar kota dalam provinsi izinnya ke provinsi setempat. Dan antar provinsi diajukan ke Dirjen Perhubungan Darat.

Baca juga: Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid-19, Ekskavasi Situs Pendem Kota Batu Bakal Dilanjutkan November

Ketua Komunitas Rental Mobil (Korembi) Korwil Batu, Zaenudin menyampaikan, Korembi berharap program-program dari Damri tak menggeser sumber pendapatan pelaku usaha biro perjalanan wisata maupun pemandu wisata. Sebaliknya, harus ada kolaborasi program-program dari perusahaan pelat merah tersebut.

"Sebaliknya ingin ada kolaborasi dengan program-program yang dimiliki perusahaan BUMN itu. Semisal tidak membuka produk paket wisata. Hanya sebatas pada layanan transportasi karena Damri ini hanya sebagai kendaraan perintis saja," ujar Zainudin.

Dengan berkolaborasi, maka diharapkan benturan kepentingan dapat terhindari. Ia meminta, agar tidak terjadi konflik di lapangan. Saat penjemputan dan penurunan penumpang juga harus sesuai dengan tempat yang ditentukan. Sesuai yang telah disampaikan sebelumnya di Terminal Kota Batu.

"Jadi di batas-batas yang sudah ditentukan. Agar nanti tidak muncul rasa tersaingi di benak kendaraan umum maupun pelaku travel wisata," bebernya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved