Gara-gara Pandemi Covid-19, ESR Asal Kota Batu Semakin Kreatif dan Meluaskan Jaringan

Di Kota Batu, ada nama Endri Sulaksono Radin atau ESR. Ia adalah seorang pengrajin kulit yang membuat kebutuhan aksesori mulai dari tas hingga gelang

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Benni Indo/Surya
ESR menunjukan sejumlah barang yang ia kerjakan dengan tangannya sendiri di ruang kerjanya, di Radin's Art House, Jalan Lesti IV No 9, Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat mobilitas orang terbatas, namun untuk persoalan karya, ada beberapa orang yang justru menembus batas.

Di Kota Batu, ada nama Endri Sulaksono Radin atau ESR. Ia adalah seorang pengrajin kulit yang membuat kebutuhan aksesori mulai dari tas hingga gelang tangan di Radin's Art House, Jalan Lesti IV No 9, Kota Batu.

Pandemi justru membuat ESR lebih kreatif. Ia menciptakan barang khas yang memiliki nilai filosofis terkait pandemi. Barang-barang yang ia buat diberi nama Scars C-19.

Scars adalah bahasa Inggris yang memiliki arti cara dalam bahasa Indonesia. Nama itu sengaja dipilih untuk menggambarkan kondisi pandemi yang ‘mencakar’ seluruh negara, termasuk memberi dampak pada semua sektor kehidupan.

“Pandemi pasti berdampak, cuma begini, aku berangkat online,” katanya kepada TribunJatim.com.

Bercerita tentang Scars C-19, ESR mengatakan menciptakan 10 gelang yang ia buat secara terbatas. Terdapat goresan yang ada di gelang itu. Goresan seperti bekas cakaran itulah yang menjadi ciri khasnya. Termasuk tas yang ia buat.

“Harganya mulai dari Rp 250 ribu untuk gelang. Kalau tas bisa sampai ada yang Rp 5 juta,” katanya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Tip Bersepeda di Tengah Pendemi Ala Desainer Surabaya Karla Jasmina: Lebih Baik Tidak Bergerombol

Baca juga: Sesumbar Hubungan dengan Rizki DA Baik-baik Saja, Nadya Curhat Masih Merasakan Sakit: Mengalah

Baca juga: Sosok Echi Babysitter Kiano Anak Baim dan Paula Verhoeven, Cantik Mirip Artis, Putri Perwira Akmil

Selama pandemi, ia banyak menghabiskan waktu di rumahnya. Rumahnya memang menjadi ‘pabrik’ privatnya. Di lantai dua rumahnya, ESR mengerjakan semua karyanya. Akibat pandemi ini jugalah ia bisa menggelar kegiatan gerakan sosial.

Ia bersama Arto Biantoro menyelenggarakan acara Lelang Kebaikan di Instagram. Barang-barang yang dibuat oleh ESR dilelang. Dari 10 gelang yang dibuat, kini hanya tersisa satu gelang. Artinya, ada sembilang gelang yang terlelang. Produk edisi khusus dalam Lelang Kebaikan terdiri atas gelang, ikat pinggang, tas pinggang, messenger bag (tas) bahkan apron juga ikut terjual .

Awalnya, hasil lelang kebaikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis akan alat pelindung diri (APD). Di tengah proses, ternyata kebutuhan APD sejumlah rumah sakit terpenuhi. Uang yang terkumpul pun dialihkan untuk membantu para anak-anak difabel yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Lelang itu diikuti dari sejumlah peserta dari berbagai tempat di seluruh Indonesia. ESR pun tampak begitu senang karena ia bisa berbagi di tengah kondisi yang serba sulit seperti saat ini.

Dari acara lelang itu, kini ESR mendapat kesempatan menjadi salah satu anggota Indonesia Brand Activist Network (IBAN). IBAN adalah kumpulan para brand activist independen yang bergerak untuk membangun brand lokal.

Selain IBAN, ESR juga tergabung dalam kelompok Artisan Nusantara yang di dalamnya berisi para artisan terseleksi dari seluruh Nusantara. Mereka terseleksi dalam berbagai produk-produk artisan unik masing-masing. Dengan bergabungnya ESR di komunitas tersebut, membuat dirinya memiliki banyak jaringan yang bermanfaat bagi usahanya.

Masih terkait dengan Kota Batu, lelaki yang telah malang melintang di berbagai negara sebagai aktivis ini juga membuat karya yang merepresentasikan bentuk bunga. Bunga dipilih karena menjadi ciri khas Kota Batu. Apalagi saat ini tanaman hias tengah populer karena banyak orang yang membeli. Bentuknya ada kalung yang seperti bunga. Lalu juga ada anting yang berbentuk daun bunga. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved