Sambut Tahun 2021, Pemkot Malang Ciptakan Ekosistem Ekonomi dan Industri Kreatif
Pemerintah sungguh-sungguh menguatkan ekonomi kreatif menjadi satu di antara tulang perekonomian di Kota Malang.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tahun 2020 bisa dikatakan sebagai tahun prihatin.
Berbagai pemberitaan tentang jumlah pasien yang meninggal akibat Covid 19 sering muncul di media massa.
Dampaknya, beberapa sektor di Indonesia terkena imbasnya. Khususnya di Kota Malang.
Para pelaku usaha harus memutar otak dan bekerja dengan mati matian supaya usahanya tetap berjalan.
Banyak sekali hotel dan restoran yang sudah dibangun di sekitar tempat destinasi wisata menjadi gulung tikar akibat wabah virus Corona.
Seperti yang diungkapkan oleh M Ziaelfikar Albaba, Coordinator Komunitas Start Up Singo Edan (Stasion) Malang, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Harian Surya, Selasa siang (24/11/2020).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Willstar Taripar Hatoguan, Kasubbid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang.
Baca juga: Benarkah Libur Akhir Tahun Bakal Dikurangi? Cek Fakta, Download Jadwal Libur dan Cuti Bersama 2020
Baca juga: Pesta Sabu di Rumah Warga, Hanya Satu Tersangka Ditangkap Satresnarkoba Polres Sumenep
"Meski industri digital game dan aplikasi tidak terkena imbas yang cukup besar akibat pandemi ini. Akan tetapi, beberapa teman teman startup digital yang berhubungan dengan pariwisata, pertunjukkan seni, hotel, travel dan restoran begitu besar imbasnya," ungkap pria yang akrab disapa sebagai Fikar tersebut.
Melihat fenomena tersebut, Fikar bersama teman komunitasnya berusaha mendampingi dan memberikan saran agar bisnisnya tetap bertahan. Serta, tidak sampai melakukan phk massal maupun menutup tempat usahanya.
"Misi kami mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi memajukan dunia teknopreneur di Kota Malang. Tentunya dengan menjalankan program program unggulan yang telah digagas dengan matang," ujarnya.
Program tersebut antara lain internal and public meet up, lup link and network, hackathon, exhibition and media, legal, service and consulting, bootcamp and training, serta koperasi crowfunding dan merchandise.
"Sebagian besar merupakan kegiatan yang cukup rutin diadakan oleh Stasion.Mulai dari annual meeting, workshop atau seminar, melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, bumn, lembaga pendidikan maupun perusahaan swasta," paparnya.
Komunitas yang beranggotakan lebih dari 2500 member di Facebook tersebut mempunyai target di tahun 2021.Yakni, fokus networking external, kampus dan industri bidang lain.
"Kolaborasi dari lintas sektor sektor digital di berbagai bidang, itu bisa menguatkan sektor lainnya. Terutama yang terpuruk akibat pandemi. Harapannya saling mendukung saling mendorong bisa menciptakan daya dukung ekonomi kreatif." imbuhnya.
Menurutnya, kolaborasi harus semakin membaik dan semakin membuahkan impact saling menguatkan agar bangkit bersama penguatan ekonomi digital kreatif.
Sejalan dengan aspirasi itu, Willstar memaparkan, Pemerintah Kota Malang mempunyai beberapa langkah terkait bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi maupun industri kreatif. Khususnya Pengembangan Ekonomi Kreatif Malang.
"Yang pertama Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Wakilnya, Sofyan Edi, sangat fokus terkait dengan penguatan ekonomi kreatif di Kota Malang. Ini bisa ditunjukan dengan Perda nomor 1 tahun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018 - 2023," jelasnya.
Misi kedua pemimpin tersebut sangat tegas dalam mewujudkan kota yang produktif, dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan. Kota Malang ingin dibangun dan dikuatkan sektor ekonomi berbasis ekonomi kreatif.
Apalagi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan, ekonomi kreatif menjadi salah satu punggung perekonomian nasional
Ini menjadi sebuah catatan yang penting bagi malang untuk mengambil peran di Indonesia sebagai penguatan ekonomi kreatif.
"Dengan berdasarkan perda tersebut kami juga telah menyusun Perwali 12 tahun 2018 tentang Roadmap Ekonomi Kreatif Kota Malang. Yang membedakan perwali ini adalah, pada saat menyusun kami mengundang stakeholder yang terkait. Baik itu dari akademisi, pelaku usaha, dan pemerintahan untuk merumuskan hal hal, permasalahan, serta solusi apa yang harus dilakukan, siapa, kapan dan bagaimana caranya," terangnya.
Baca juga: Jalan Tol KLBM Siap Operasional, Waskita Bumi Wira Hanya Tunggu Jawaban dari BPJT
Baca juga: Insiden Main TikTok di Kolam Renang, Adik Ditinggal Tewas Terpeleset, Kakak Menyesal Sepanjang Hidup
Sehingga, lanjut Willstar, menjadikan pemerintah sungguh-sungguh menguatkan ekonomi kreatif menjadi salah satu tulang perekonomian di Kota Malang.
"Dan Itu juga bagian dari pembentukan The Future Of Malang dalam membentuk Malang Creative, Malang Halal, Malang Heritage, Malang 4.0, hingga Malang Nyaman dan Malang Service. Menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah untuk berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan hal tersebut," paparnya.
Selain itu, di tahun 2020 2021 Pemkot melakukan penguatan sdm berbasis industri sertifikasi produk dan jasa yang berkualitas. Supaya meningkatkan level dalam menghasilkan produk yang bisa dijual dan dinikmati masyarakat luas. Nantinya, target pada tahun kedepan, malang menjadi terkenal secara mendunia.
"Ketertarikan korporasi global untuk berinvestasi tahun depan dengan penguatan sdm yang berkualitas. Makanya, Kami sangat membutuhkan dukungan dan kontribusi dari teman teman komunitas untuk menguatkan industri bersama sama. Dengan Sdm, produk dan kemampuan berkualitas, bisa meraih apa yang kita inginkan," ucapnya.
Dengan melalui sebuah proses dan bersinergi. Serta difasilitasi kementerian melalui Badan Ekonomi Kreatif, bersama Tim Developer Malang dan Sektor Pendidikan. Tercipta sebuah buku tentang pedoman kebutuhan penguasaan teknik berbasis industri aplikasi dan pengembang permainan.
"Kami bersyukur 75 persen kampus menyetujui sebagai materi pembelajaran dalam sebuah perkuliahan supaya sdm nanti sudah siap masuk ke dalam industri digital. sekat sekat yang terpisah sudah bisa masuk dan berkolaborasi bersama," ujarnya.
"Apalagi Badan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan 10 kabupaten kota kreatif indonesia tahun 2019. salah satunya malang yang menetapkan aplikasi dan games sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif. salah satu pembuktian bahwa kami terus berproses. memang ada pr besar produk kita bukan hanya dikenal di malang tapi secara luas dan dunia," sambungnya.
Pemerintah daerah bukan hanya sebagai fasilitator. Tapi juga sebagai akselerator demi mewujudkan Malang Digital kota industri kreatif bisa terus berjalan.
Pemkot Malang terbuka dengan segala masukan, saran, atau pesan. Willstar harap bisa menggandeng semua stakeholder mari membangun bersama sama Kota Malang.
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Pipin Tri Anjani