Alur Penanganan Pandemi Covid-19 di Pamekasan, Dinkes Perkuat Kegiatan Promotif dan Preventif
Dinas Kesehatan Pamekasan yang telah membentuk berbagai tim penanganan pencegahan Covid-19.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Pipin Tri Anjani
"Tujuan kami melakukan upaya itu semua agar masyarakat patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan," tegasnya.
Menurut Kepala Dinas yang akrab disapa Marzuki ini, kalau upaya pencegahan Covid-19 melalui Promotif dan Preventif sukses diterapkan, maka terjadinya penularan bisa cepat tertangani.
Namun, bila di kemudian hari masih ada masyarakat Pamekasan yang dinyatakan positif Covid-19, maka pihaknya akan langsung melakukan tracing (pelacakan).
Pelacakan itu, kata dia akan dilakukan oleh Puskemas yang sesuai dengan domisili pasien tinggal.
Baca juga: 2 Artis Ini Diduga Terlibat Kasus Prostitusi Online, 4 Orang Diamankan, Polisi Ungkap Status Mereka
Baca juga: Satgas Blitar Gelar Operasi Yustisi di Pasar Hewan Dimoro, 42 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak
"Kita akan periksa dengan ketat orang yang bersangkutan untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak. Mungkin bisa juga masuk dalam kategori OTG, ODP, dan PDP," jelasnya.
Tak hanya itu saja, kata Marzuki, misal orang yang sudah dilacak lalu di kemudian hari mengalami sakit yang gejalanya mengarah pada Covid-19, maka akan langsung dirawat ke rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Pamekasan.
Orang tersebut nantinya, oleh tenaga kesehatan setempat, akan langsung dirawat di ruang isolasi, dan yang menangani pasien ini, sudah masuk ranahnya tim Kuratif.
"Jadi kita sekarang memang memperkuat di kegiatan Promotif dan Preventifnya. Misal masih ada masyarakat yang positif Covid-19, ya kita langsung tracing," bebernya.
"Kita harus melacak di mana rumahnya. Jadi pasti kita lacak sampai ketemu berapa orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan, supaya penularannya cepat terputus," tutupnya.
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Pipin Tri Anjani