IAI Dorong Riset Lokal Penerapan Konsep Pengurangan Bahaya di Indonesia, Demi Kesehatan Masyarakat
Ikatan Apoteker Indonesia nilai sudah saatnya Indonesia terapkan konsep pengurangan bahaya ( harm reduction ). Demi kesehatan masyarakat.
TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menilai sudah saatnya Indonesia mempertimbangkan penerapan konsep pengurangan bahaya ( harm reduction ) untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
Pasalnya, disampaikan Ketua IAI, Nurul Falah Eddy Pariang, penerapan pengurangan bahaya di Indonesia masih belum dipertimbangkan sebagai salah satu opsi utama untuk perlindungan kesehatan masyarakat.
“Konsep harm reduction sudah populer di luar negeri, bahkan secara aktif dipromosikan oleh Pemerintah sejumlah negara. Sayangnya, kita masih belum terlalu familiar dengan konsep ini,” katanya.
Baca juga: Youtap Fasilitasi UMKM dengan Layanan Portal Dagang & Print, Dukung Transaksi Fleksibel dan Praktis
Baca juga: Kesadaran Protokol Kesehatan Berkurang, Pemkot Surabaya Petakan Potensi Keramaian Tingkat Kecamatan
Padahal, menurut dia, pengaplikasian pendekatan harm reduction bisa dengan mudah ditemui di kehidupan sehari-hari.
Salah satunya mengurangi risiko gula dengan pemanis stevia sebagai alternatif.
Lebih lanjut, Nurul Falah mengatakan pentingnya peran aktif pemerintah untuk turut mempromosikan pendekatan ini.
“Di luar negeri, pendekatan ini kan terbukti membawa dampak positif bagi kesehatan publik, terutama terkait penyakit tidak menular, kenapa kita tidak coba untuk belajar dari contoh yang berhasil,” tegas Nurul Falah.
Menurutnya, sebagai langkah awal tentu dibutuhkan kajian ilmiah mendalam sebagai landasan dalam mengambil sikap dan penentu arah kebijakan.
“Minimnya riset dapat menyebabkan kealpaan informasi dan berujung pada simpang-siurnya informasi. Tanpa adanya penelitian, kita tidak bisa mengambil kesimpulan yang konklusif untuk memaksimalkan implementasi pendekatan harm reduction bagi kesehatan masyarakat. Apoteker dapat turut terlibat dalam penelitiannya” tambahnya.
Baca juga: Jelang Pergantian Tahun 2021, Jajaran Pemasyarakatan Kemenkumham Jatim Antisipasi Gangguan Kamtib
Baca juga: Warga Terdampak Vulkanik Gunung Semeru Dievakuasi, BPBD dan TNI-Polri Gercep Berikan Bantuan Awal
Pada kesempatan terpisah, ahli toksikologi Universitas Airlangga, Shoim Hidayat, merespon positif sikap apoteker yang siap terlibat dalam kajian ilmiah untuk penerapan harm reduction.
Menurut Shoim, makin banyaknya pihak yang berpartisipasi, maka akan menghasilkan data yang lebih komprehensif.
“Makin banyak yang mengkaji, maka akan banyak data dan bisa diperbandingkan sama atau berbeda. Kebenaran dari sisi ilmiah tidak ada yang mutlak,” katanya saat dihubungi wartawan.
Ia mencontohkan sejumlah kajian di luar negeri terkait penerapan pengurangan bahaya terhadap kesehatan melalui produk tembakau alternatif.
Shoim menjelaskan produk tembakau alternatif terbukti menghasilkan zat berbahaya yang lebih sedikit dibandingkan rokok.