Pilkada Surabaya

Dekorasi Reog di TPS 17 RT 8 Kelurahan Airlangga Surabaya, Tarik Minat Warga Serta Kenalkan Budaya

TPS yang terletak di RT 8, RW 3 Kelurahan Airlangga Surabaya ini membuat dekorasi TPSnya menarik.

TRIBUNJATIM.COM/Melia Luthfi Husnika
Dekorasi reog di TPS 17 RT 8 RW 3, Kelurahan Airlangga Surabaya. Beberapa petugas juga mengenakan kostum reog serba hitam lengkap dengan aksesori, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Guna menarik perhatian warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), panitia TPS 17 siapkan dekorasi reog.

TPS yang terletak di RT 8, RW 3 Kelurahan Airlangga Surabaya ini membuat dekorasi TPSnya menarik.

Panitia meletakkan kepala reog besar di bagian dalam TPS, tepatnya di depan kotak suara.

Sehingga, setiap warga yang datang akan melihat topeng reog tersebut.

"Dekorasi ini sengaja kami siapkan untuk menarik perhatian warga supaya mencoblos dan tidak golput," ujar Endang Setiyawati, Ketua Panitia TPS 17 saat ditemui di lokasi, Rabu (9/12/2020).

Endang menuturkan, dekorasi tersebut juga disesuaikan dengan kampung RT 8 yang disebut sebagai Kampung Reog.

Baca juga: Pilkada Surabaya 2020, Risma Jalan Kaki Nyoblos di TPS Kawasan Wiyung Bareng Keluarga

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Pasal 127 untuk Pengguna Narkotika - Patuhi Prokes 3M saat Datang ke TPS

"Kampung ini punya julukan Kampung Reog. Jadi atas ide teman-teman dan beberapa pihak terlibat akhirnya kami buat dekorasi kepala reog," jelasnya.

Selain memperhatikan dekorasi dan tema TPS, Endang mengatakan pihaknya juga memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Mulai dari mencuci tangan hingga sterilisasi ruangan.

"Sebelum digunakan, kami sudah sterilkan lokasi. Kemudian warga sebelum masuk juga wajib mencuci tangan, disemprot disinfektan dan periksa suhu. Protokol ini wajib dan kami kawal ketat," urainya.

"Sebelum nyoblos kami juga wajibkan warga untuk pakai sarung tangan sekali pakai yang sudah disiapkan," imbuhnya.

Baca juga: Sedih Aurel Hermansyah Bongkar Tabiat Buruk Atta Halilintar: Banyak Orang yang Enggak Suka Sama Kita

Tak hanya menyiapkan dekorasi kepala reog yang bisa dijadikan tempat swafoto sekaligus simbol kampung, linmas yang bertugas juga memakai kostum reog lengkap.

Seperti Dwi Setiawan dan Dimas Wibowo yang memakai pakaian reog serba hitam lengkap dengan aksesorinya.

"Pakai kostum reog ini inisiatif kami sendiri dari paguyuban reog Singo Mangkujoyo di kampung ini," kata Dwi Setiawan.

Tujuannya, lanjutnya, sekaligus memperkenalkan kebudayaan reog pada warga dan anak muda. 

"Supaya budaya reog tetap terlestarikan dan tidak dilupakan," pungkasnya.

Penulis: Melia Luthfi Husnika

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved