Pilkada Trenggalek

Hendak Mencoblos, Warga Trenggalek Pingsan di Parkiran TPS, Dibawa ke Puskesmas, Sudah Meninggal

Hendak mencoblos, warga Trenggalek pingsan di parkiran TPS. Sempat dibawa ke Puskesmas namun sudah meninggal.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Proses pemakaman seorang warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek, yang meninggal dunia saat hendak mencoblos, Rabu (9/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Seorang calon pemilih di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia ketika hendak mencoblos, Rabu (9/12/2020).

Ia adalah Suminem (47), warga yang punya hak pilih di TPS 3 Karanganyar.

Menurut Kapolsek Pule, Iptu Sardono, korban meninggal sebelum mendaftar mencoblos ke petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Suminem berangkat dari rumah ke TPS bersama menantunya, Bejo (30), menaiki sepeda motor.

Begitu sampai di tempat parkir TPS, Suminem tiba-tiba jatuh lalu pingsan.

Baca juga: Wagub Jatim Emil Dardak dan Arumi Bachsin Nyoblos di Trenggalek, Ini Harapan untuk Bupati Terpilih

Baca juga: TPS Unik Dihiasi Reog Ponorogo, Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dan Lestarikan Budaya

"Dibawa ke Puskesmas, tetapi sampai di Puskesmas sudah tidak ada (meninggal)," kata Iptu Sardono, saat dikonfirmasi, Rabu (9/12/2020).

Menurut keterangan keluarga kepada petugas, Suminem memiliki riwayat penyakit hipertensi. Namun penyebab pasti ia meninggal masih belum diketahui.

Sementara itu, seorang petugas Linmas TPS 4 Ngantru, Kecamatan Trenggalek meninggal dunia ketika beristirahat di rumahnya di sela tugas.

Petugas itu bernama Kusni (53).

Baca juga: Wakil Wali Kota Probolinggo Meninggal Dunia Karena Covid-19, Sempat Perjalanan Dinas ke Bandung

Baca juga: Jelang Coblosan, Bupati Mas Ipin & Forkopimda Trenggalek Pantau Persiapan Protokol Kesehatan di TPS

"Korban ini tadi malam sudah merasa tidak enak badan. Tapi tetap bertekad menjelaskan tugas," kata BKTM Desa Ngantru, Devit.

Setelah bertugas sejak pagi, Kusni izin makan siang di rumah saat jam istirahat.

Ketika di rumah, ia sempat dipijat oleh sang istri. Lalu kemudian meninggal.

"Jadi meninggalnya bukan di TPS," ucapnya.

Penyabab pasti meninggalnya Kusni pun masih belum diketahui.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Sebelum Mencoblos di TPS, Calon Bupati Ngawi Ony Anwar dan Sang Istri Sungkem ke Orangtua

Baca juga: Pilkada Serentak 2020, Ini Model Pencoblosan Bagi Narapidana dan Pasien Covid-19 di Trenggalek

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved