Pilkada Gresik

Gara-gara Sirekap KPU Eror, Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan di Gresik Ditunda

Gara-gara Sirekap KPU eror, rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan di Gresik ditunda.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
NET
Ilustrasi Pilkada Serentak - Gara-gara Sirekap KPU Eror, Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan di Gresik Ditunda 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sistem Informasi dan Rekapitulasi atau Sirekap KPU yang merupakan alat bantu untuk memudahkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap-tiap TPS melakukan rekapitulasi secara digital kondisinya eror.

Alhasil, pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengalami kendala sampai menunda pleno rekapitulasi di seluruh kecamatan di Gresik

Hingga Jumat (11/12/2020) pukul 22.00 WIB, hasil penghitungan suara melalui Sirekap menunjukkan proses data masuk 71,20 persen. Dari 1.617 TPS dari total 2.267 TPS yang ada diseluruh Gresik.

Paslon nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah masih unggul 51 persen dibanding petahana paslon nomor urut 1, Qosim-Asluchul Alif dengan 49 persen.

Anggota Bawaslu Gresik Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Syafi’ Jamhari A telah melakukan pemantauan.

Baca juga: KM Mitra Jaya VIII Karam di Perairan Bawean Gresik, 3 ABK Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat

Baca juga: Program Jumat Berkah, Pj Bupati Sidoarjo Ikut Kerja Bakti Menyapu Jalan & Bagikan Sembako pada Warga

Hasilnya, memang terjadi kendala secara teknis. Karena keterbatasan server.

"Meskipun begitu, rekapitulasi manual harusnya tetap bisa berjalan. Bukannya ditunda," ucapnya, Jumat (11/12/2020).

Jamhari menyebut, KPU Gresik terlalu gegabah karena tidak memiliki opsi lain, karena hanya mengandalkan Sirekap dalam melakukan rekapitulasi.

"Tidak ada alternatif, sekarang sirekap seperti ini, padahal ketidakstabilan Sirekap sudah bisa dilihat pasca coblosan 9 Desember 2020 lalu. Saat itu, juga terjadi penundaan pergeseran kotak suara dari TPS ke kecamatan akibat menunggu Sirekap bisa beroperasi. Yang seharusnya bisa dilakukan pukul 16.00 WIB gara-gara Sirekap," ujarnya.

Baca juga: Website KPU Gresik Unggul 02, Paslon NIAT dan Pendukung Sujud Syukur

Baca juga: Viral Baku Hantam di Gresik Gara-gara Tidak Terima Istrinya Diantar Kerja Sopir Angkot

Jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa menjadi biang kericuhan para pihak masing-masing pasangan calon.

Sementara itu, Komisioner KPU Gresik Divisi Teknis Penyelenggaraan, Elvita Yulianti, membenarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Berdasarkan PKPU 19 tahun 2020 tentang proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan serentak tahun 2020, Sirekap merupakan salah satu perlengkapan dalam melakukan rekapitulasi.

"Sirekap sebagai alat bantu rekapitulasi untuk mencetak formulir model D.Kwk. Segera kami informasikan kepada masing-masing pihak untuk kelanjutan proses rekapitulasi ini," ujarnya.

Baca juga: Mabuk, Dua Pria di Gresik Melukai Remaja 16 Tahun dengan Pisau Dapur, Sakit Hati Jadi Alasan

Baca juga: 5.448 Personel Gabungan Amankan Pilkada Gresik 2020, Kapolres: Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Wanita yang kerap disapa Vety itu menjamin semua surat suara dan berbagai logistik masih aman dan dalam kondisi tersegel.

"Kami menunggu keputusan dari KPU pusat permasalahan server, karena ini juga terjadi di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved