Atas Polemik SK CPNS Palsu, Komisi I DPRD Gresik Minta Dinas Terkait Perketat Data Kepegawaian
Para korban SK CPNS PPPK berasal dari wilayah Kecamatan Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.
Ringkasan Berita:
- Dari kasus pemalsuan SK tersebut, terdapat ASN aktif yang mengaku menjadi korban.
- Sebab ia mengenalkan korban kepada mantan ASN yang diduga menjadi pengepul dana dalam kasus tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Komisi I DPRD Gresik hearing terhadap Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat, serta Bagian Hukum Pemkab Gresik pada Senin (20/4/2026).
Hearing untuk mengungkap penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menggunakan surat keputusan (SK) palsu di Pemkab Gresik.
Baca juga: Korban SK ASN Palsu Bertambah Jadi 18 Orang, DPRD Gresik Minta Verifikasi & Validasi Seluruh ASN
Dalam rapat tersebut, Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menceritakan awal kasus dugaan pemalsuan SK CPNS dan PPPK palsu kepada Komisi I DPRD Gresik.
Agung juga mengatakan bahwa saat ini telah proses penyelidikan di Polres Gresik yang masih berjalan, sehingga belum bisa menceritakan seluruh informasi secara rinci.
Selain itu, Inspektorat Kabupaten Gresik juga disebut telah memanggil para pihak terkait persoalan tersebut.
"Kami sampaikan di hearing Komisi I yaitu proses pemalsuan dokumen dari awal sampai langkah-langkah yang diambil BKPSDM hingga hari ini," kata Agung kepada wartawan.
Sementara anggota Komisi I DPRD Gresik, Bustami Hazim mengatakan, para korban SK CPNS PPPK berasal dari wilayah Kecamatan Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.
"Ada korban dari Menganti, Driyorejo dan Wringinanom juga," kata Bustami Hazim.
Lebih lanjut, Bustami menambahkan, penipuan diduga dilakukan dalam beberapa tahap.
Tahap pertama terdapat 12 korban.
Rinciannya, 8 orang menerima SK palsu, 2 orang menerima SK CPNS palsu dan 6 orang menerima SK PPPK palsu serta 4 orang belum menerima SK.
"Totalnya ada 18 orang. Tahap kedua ada enam orang," imbuhnya.
Dari pemalsuan SK tersebut, terdapat ASN aktif yang mengaku menjadi korban, sebab ia mengenalkan korban kepada mantan ASN yang diduga menjadi pengepul dana dalam kasus tersebut.
"Oknum ASN itu mengaku menjadi korban karena anaknya juga terkena SK palsu," katanya.
| Korban SK ASN Palsu Bertambah Jadi 18 Orang, DPRD Gresik Minta Verifikasi & Validasi Seluruh ASN |
|
|---|
| Babak Baru Kasus SK ASN Palsu di Gresik, Polisi Terima 2 Laporan |
|
|---|
| Update Kasus SK ASN Palsu di Gresik, Agus ASN Dinas PMD Gresik Akhirnya 'Bernyanyi' |
|
|---|
| Marak SK PNS Palsu, Pemkab Gresik Sebut Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026: Jangan Mudah Percaya |
|
|---|
| Marak SK Palsu, Satpol PP Gresik Gelar Razia Besar-besaran, Incar ASN yang Keluar Saat Jam Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hearing-DPRD-Kabupaten-Gresik-terkait-kasus-SK-ASN-palsu.jpg)