Breaking News:

Pemkab Nganjuk Gelar Penghijauan dengan Pohon Buah, Lestarikan Hutan dan Beri Manfaat Bagi Warga

Pemkab Nganjuk menggelar penghijauan dengan bibit pohon buah untuk lestarikan hutan dan memberikan manfaat bagi warga.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat menanam bibit pohon penghijauan di lahan kosong kawasan hutan Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (17/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Peduli kelestarian hutan dan memberikan sumber pendapatan tambahan masyarakat sekitar hutan, Pemkab Nganjuk gelar penghijauan lahan kosong.

Hal itu dilakukan Pemkab Nganjuk dengan menanam bibit pohon perkebunan produktif di lahan kawasan hutan.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, dengan menanam pohon perkebunan pruduktif, yakni tanaman pohon menghasilkan buah, diharapkan nantinya bisa memberikan tambahan pendapatan bagi warga sekitar hutan.  

"Dengan demikian, selain untuk penghijauan di lahan hutan yang kosong, nantinya buah dari pohon penghijauan tersebut bisa dimanfaatkan warga sebagai tambahan sumber pedapatan," kata Marhaen Djumadi, Kamis (17/12/2020).

Pohon penghijauan tersebut, dikatakan Marhaen Djumadi, juga mempunyai fungsi penahan air dan tanah.

Baca juga: Laksanakan Instruksi Bupati Nganjuk, Satgas Covid-19 Gelar Operasi Yustisi Jaring Pelanggar Prokes

Baca juga: Banyuwangi Resmi Melarang Gelaran Perayaan Tahun Baru 2021 Demi Tekan Jumlah Kasus Covid-19

Ini dikarenakan pohon buah tersebut memiliki akar yang kuat sehingga mampu menahan air dan tanah labil yang mudah longsor.

Untuk itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya telah meminta dalam program penghijauan dicarikan bibit pohon yang hasilnya juga memiliki nilai jual tinggi. Di mana pohon tersebut akan sangat menguntungkan untuk mendongkrak perekoniman masyarakat sekitar hutan.

"Seperti bibit pohon porang yang hasilnya nanti sampai bisa diekspor dan harganya sangat mahal. Tentunya jenis pohon itulah yang kami harapkan bisa ditanam di lahan hutan yang kosong dan nantinya bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat," ucap Marhaen Djumadi.

Baca juga: Berikan Jaminan Kepastian Alat Ukur, Diseperindag Nganjuk Sediakan Layanan Tera Ulang

Baca juga: Polres Magetan Selidiki 2.000 Kotak Amal yang Diduga Digunakan untuk Mendanai Kelompok Teroris

Sementara Administratur KPH Nganjuk, Wahyu Dwi Atmojo mengatakan, pihaknya mengharapkan warga sekitar hutan agar tidak hanya bergantung pada tanaman palawija seperti jagung, ketela, dan lainya. Akan tetapi warga bisa menanam pohon buah yang sangat banyak memberi manfaat.

"Di antaranya berguna untuk menahan erosi, hutan juga kelihatan rimbun, dan saat panen hasilnya bisa dinikmati bersama masyarakat," kata Wahyu Dwi Atmojo.

Dengan diadakannya pengembalian fungsi hutan melalui penanaman bibit pohon yang memiliki nilai jual tinggi, ungkap Wahyu Dwi Atmojo, pihaknya mengharapkan selain untuk meminimalisir terjadinya bencana alam, juga untuk mengangkat potensi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat desa sekitar hutan.

"Untuk itu, kami menyambut baik kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan yang kosong atau gundul yang nantinya juga bisa memberi manfaat banyak bagi masyarakat," tutur Wahyu Dwi Atmojo.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Pembangunan Kawasan Pedesaan Masuk Proyek SWS Intensif Dilakukan Pemkab Nganjuk

Baca juga: Diduga Kekurangan Oksigen, Petani di Madiun Tewas Saat Perbaiki Mesin Pompa Air Dalam Sumur

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved