Breaking News:

Ada Pembatasan Tiap TPS, Empat Desa Batal Pakai e-Voting dalam Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo

Ada pembatasan kuota jumlah pemilih di tiap TPS, empat desa batal pakai e-Voting untuk Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TribunJogja
Ilustrasi - Ada Pembatasan Tiap TPS, Empat Desa Batal Pakai e-Voting dalam Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pemilihan kepala desa atau Pilkades Serentak 2020 bakal digelar di 175 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Sidoarjo, Minggu (20/12/2020) mendatang.

Dari jumlah itu, ada 18 desa yang awalnya direncanakan pemilihannya menggunakan sistem e-Voting.

Tapi karena ada pembatasan kuota atau jumlah pemilih di setiap TPS, maka ada empat desa yang batal menggunakan e-Voting dalam Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo.

“Rencana awal, e-Voting untuk 800 orang pemilih. Karena ada pembatasan setiap TPS maksimal 500, sehingga ada penyesuaian. Karena alatnya terbatas, ada empat desa yang batal menggunakan e-Voting,” kata Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sidoarjo, Suprayitno, Jumat (18/12/2020).

Empat desa yang batal memakai e-Voting itu antara lain Desa Janti Kecamatan Waru, Desa Kemangsen Kecamatan Krian, Desa Banjarbendo Kecamatan Sidoarjo, dan Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan.

“Dalam Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo kali ini ada 14 desa yang akan menggunakan sistem e-Voting, di antaranya ada Desa Dukuhtengah Kecamata Buduran, Desa Sruni Kecamatan Gedangan, Desa Kebonagung Kecamatan Porong, dan Desa Gedangrowo Kecamatan Prambon," ujarnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Sediakan 27.000 Alat Rapid Test untuk Panitia Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo

Baca juga: Program Kerja 100 Hari Pertama, Gus Muhdlor-Subandi Fokus Pembangunan Frontage dan RS Sidoarjo Barat

Data di Dinas PMD menyebut, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkades di Sidoarjo sebanyak 648.419 orang.

DPT tersebut terbagi menjadi dua, 572.086 orang untuk DPT sistem manual dan 76.333 orang untuk yang menggunakan sistem e-Voting.

Pada pelaksanaan Pilkades kali ini, pemungutan suara tidak dipusatkan di satu tempat atau di balai desa saja. Setiap desa akan dibuka banyak TPS, dengan perhitungan setiap satu TPS maksimal 500 orang pemilih. Artinya, jumlah TPS menyesuaikan jumlah pemilih.

Baca juga: Hudiyono Sayangkan Pembagian Bantuan Korban PHK di Sidoarjo Dilakukan di Bank: Harusnya Tidak Begitu

Baca juga: e-Lingk, Aplikasi untuk Melaporkan Pencemaran Lingkungan di Sidoarjo, Gini Caranya, Gampang Banget!

Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan tambahan dana sekira Rp 13 miliar untuk kebutuhan tambahan itu. Dan mulai Jumat (18/12/2020) dana tambahan mulai disalurkan ke desa-desa yang menggelar pemilihan kepala desa.

Anggaran tersebut digunakan desa untuk penambahan TPS baru. Termasuk kebutuhan sewa tenda, kotak suara, hingga kebutuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 (virus Corona) di TPS.

Dari total 1.384 TPS yang ada, masing-masing TPS menerima anggaran sekira Rp 10,3 juta.

“Itu termasuk untuk honor para panitia. Kecuali untuk thermo gun, kami pinjamkan dari KPU Sidoarjo,” urainya.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Banyak Jalan Rusak, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Minta PUPR Bekerja Keras

Baca juga: Tambahan Anggaran untuk Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved