Breaking News:

Pedagang Ayam di Gresik Nyambi Jualan Sabu Akibat Pandemi Covid-19

pedagang ayam asal Kecamatan Menganti nyambi jualan narkoba. Usaha sampingannya itu mengantarkan pria berusia 32 tahun ini menuju jeruji besi

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
pedagang ayam di Gresik nyambi jualan narkoba 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Pandemi Covid-19 membuat Eko Risdiyanto warga Menganti, Gresik, sekrang pedagang ayam nyambi jualan narkoba. Usaha sampingannya itu mengantarkan pria berusia 32 tahun ini menuju jeruji besi.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik menangkap Eko di rumahnya di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti. Tidak tanggung-tanggung, Eko menjadi pengedar sabu jaringan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Saat digerebek petugas BNNK Gresik, sebanyak 7,2 gram sabu ditemukan ditempat tinggalnya. Juga terdapat 3 pak plastik, 1 timbangan elektrik, 2 buah sendok terbuat dari sedotan, 1 kartu ATM dan 1 handphone serta tas hitam.

Baca juga: Dapat Jatah Awal 2.330 Vaksin, 10 Pejabat dan Tenaga Kesehatan di Pasuruan akan Disuntik Pertama

Eko mengaku terpaksa menjalani bisnis haram ini karena usaha ayamnya sedang sepi terdampak pandemi Covid-19. Pertengahan tahun lalu, membuatnya berkenalan dengan budak sabu bernama Kucem di sebuah warung kopi, dia mendapat tawaran untuk bisnis narkoba. Karena terhimpit masalah ekonomi dia menerima tawaran tersebut.

Meski mengaku baru enam bulan jadi pengedar, bisnis haram tergolong besar. Setiap transaksi dia harus mengeluarkan modal Rp 5,5 juta untuk mendapatkan 5 gram sabu dari seorang bandar bernama Kucem.

Sabu tersebut kemudian dipecah-pecah menjadi belasan poket dan dijual lagi kepada pembeli. Setiap poket 0,33 gram dijual seharga Rp 200 ribu. Tranksaksi menggunakan sistem ranjau. Dia menaruh sabu di suatu tempat yang telah disepakati dengan para pembeli.

“Barangnya dapat dari Kucem. Transaksi ranjau, kalau uangnya diberikan secara langsung transfer,” ucapnya, Kamis (14/1/2021).

BNNK Gresik juga melakukan pengembangan dengan menangkap jaringan Kucem bernama Muhammad Khusnul Fauzi (23), warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Namun, Fauzi mengaku hanya sebagai pengguna. Dia mengkonsumsi sabu agar tubuhnya selalu bugar.

"Saya pakai sendiri buat nambah stamina," kata pria yang bekerja di bengkel ini.

Saat diringkus, Fauzi kedapatan memiliki sabu satu poket seberat 0,50 gram. Barang haram itu dibeli dari Kucem dengan sistem ranjau.

Kedua warga Menganti ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 20 tahun penjara.

Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto dari hasil pemeriksaan, keduanya mendapat narkoba dari Kucem yang merupakan jaringan lapas. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui dari lapas mana.

“Ngakunya Kucem dari lapas saja. Kalau pesan lewat telfon,” kata Supriyanto.

Pihaknya terus melakukan pengembangan memburu pelaku lainnya. Dari tangan kedua tersangka, BNNK Gresik mengamankan barang bukti sabu seberat 7,70 gram. (wil) 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved