Breaking News:

Soroti Longsor dan Banjir, DPRD Batu Ingatkan Pemkot Serius Perhatikan Keseimbangan Lingkungan

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Sudjono Joenet meminta agar Pemkot Batu betul-betul serius menangani persoalan sampah dan sistem jaringan drainase.

Penulis: Benni Indo | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/BENNI INDO
Anggota DPRD Batu, Sudjono Jonet berbicara dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batu, Aries Setiawan saat inspeksi Hutan Kota Batu, Selasa (12/1/2021). 

"Yang bisa dimanfaatkan untuk menampung sekian ribu kubik air. Hanya saja, belum terhubung ke saluran itu. Idealnya perencanaan tata kota, apalagi sebagai kota pariwisata, harus aman dari peristiwa semacam banjir,” ujar Jonet yang merupakan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Batu, Senin (18/1/2021).

Kawasan tengah kota yang biasanya terbebas dari banjir telah mengalami perubahan. Kelurahan Sisir salah satunya.

Setiap kali hujan deras terjadi, banjir juga turut menyertai. Menggenangi beberapa rumah warga. Suatu peristiwa yang tidak pernah terjadi jika ditarik dalam periode 10 tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, sistem drainase harus diperhitungkan secara cermat. Tanpa dilandasi hal itu, sulit mengendalikan banjir seperti yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Daerah tangkapan air juga sangat penting untuk menjaga ketersedian air tanah.

Ditinjau lebih luas lagi, Kota Batu ini dikelilingi areal hutan sebagai area-area resapan air. Hutan tersebut menjadi bagian dari ruang terbuka hijau. Namun belakangan kondisi hutan yang menyimpan banyak pohon mulai terkikis seiring berkembangnya bisnis pariwisata alam.

Baca juga: Gara-gara Covid-19, Mulai Besok, Bupati Bangkalan Tutup 11 Kantor Pemerintahan Selama 5 Hari

Baca juga: Irfan Hakim Terpana Lihat Jenazah Syekh Ali Jaber, Sudah di Depan Mata, Tangis Pecah Katakan Indah

Dipaparkan Jonet, wilayah Kota Batu bagian utara banyak mengalami perubahan. Alih fungsi lahan berdampak pada merosotnya daerah tangkapan air. Daerah tangkapan air yang semakin terkikis membawa dampak pula terjadinya sedimentasi pada aliran sungai.

"Akhir-akhir ini sering terjadi banjir-banjir kiriman. Artinya ada PR untuk melihat keadaan terkini di bagian utara yang berada di ketinggian. Ada kegiatan apa di bagian atas kok sampai meluber ke bawah?" urai Djonet

Anggota DPRD lainnya, Didik Subiyanto berpendapat, bencana alam bisa diminimalisir jika ada kesiapsiagaan di awal musim penghujan. Antisipasi itu berupa langkah pengerukan sedimentasi dalam upaya normalisasi aliran air sehingga tak mengakibatkan sumbatan. Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tak asal saja membuat pengecoran di area-area yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan.

"Normalisasi ini seharusnya lebih dini ketika mengawali musim penghujan. Masyarakat juga harus sadar diri, jangan sedikit-sedikit main cor. Apalagi menjadikan aliran air sebagai tempat pembuangan sampah," urai dia.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko telah meninjau beberapa titik lokasi bencana alam dan rawan. Pada akhir pekan lalu, Dewanti meninjau aliran kali yang berada di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Bumiaji. Juga datang langsung ke lokasi longsor di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved