Breaking News:

Empat Titik di Kota Malang Jadi Langganan Banjir, Ini Upaya Penyelesaian dari Pemkot

Pemerintah Kota Malang telah melakukan pemetaan terkait dengan banjir yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Kota Malang

TribunJatim.com/ Rifky Edgar
Petugas lakukan penanganan banjir di Malang 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang telah melakukan pemetaan terkait dengan banjir yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Kota Malang.

Di mana ada empat titik yang menjadi fokus perhatian utama Pemkot Malang dalam melakukan penyelesaian banjir di Kota Malang.

Lokasi tersebut di antaranya berada di Jalan Soekarno Hatta, Bandulan, Sawojajar dan di Tanjung Jalan Ir Rais.

Baca juga: Selama 10 Hari PPKM di Kota Blitar, Satpol PP Tindak 1.176 Pelanggar Prokes

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, khusus untuk di Jalan Soekarno Hatta pihaknya akan membangun crossing sepanjang 1,8 Kilometer.

Pihaknya mengajukan pembangunan crossing tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan anggaran senilai Rp 128 Miliar.

"Jadi panjangnya nanti mulai di jembatan Sudimoro sampai jembatan Suhat. Panjangnya sekitar 1,8 Kilometer. Untuk detail kedalaman dan konstruksi kami minta bantuan ke provinsi," ucapnya.

Dengan adanya crossing tersebut, pria yang akrab disapa Soni itu berharap, nantinya tidak akan ada lagi banjir yang ada di daerah Blimbing dan sekitarnya.

"Karena dengan adanya crossing ini manfaatnya banyak. Air kami alirkan ke Sungai Brantas. Dan nanti tidak akan ada lagi genangan air di sepanjang jalan Ahmad Yani, Letjen Suparman maupun Letjen Sutoyo Kota Malang," ucapnya.

Sedangkan banjir yang kerap terjadi di Bandulan, DPUPRPKP berencana membuat afur-afur baru di sepanjang jalan dan di atas jembatan Bandulan.

Pihaknya juga menyayangkan, banyaknya saluran air di daerah tersebut telah tertutup beton cor yang membuat air tidak mengalir turun ke sungai.

"Tim kami sudah menyusur mulai dari Bandulan atas sampai bawah. Bahkan kami sampai membongkar trotoar untuk membuat sudetan di sana. Sekaligus membersihkan sampah yang menyumbat," ucapnya.

Sedangkan untuk di Jalan Ir Rais, Soni menyampaikan, bahwa pihaknya akan membuat kajian terlebih dahulu untuk menyelesaikan banjir di daerah tersebut.

Mengingat, sungainya berada di tengah perkampungan dan ketinggiannya hampir sama dengan jalan yang berada di perkampungan.

"Tiap kali hujan. Pantuan kami memang di Ir Rais dan Sawojajar. Untuk di Sawojajar, pengaturan pintu air di belakang kantor Diskopindag harus dimaksimalkan. Kalau pintu airnya di tutup sedikit saja, pasti air tidak akan masuk ke daerah Sentani," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved