Program 100 Hari Kerja, Bupati Ponorogo Terpilih Ingin Ciptakan Halo Effect, Ini Kata Pengamat

Sugiri Sancoko-Lisdyarita telah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Juma

TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Sugiri Sancoko-Lisdyarita ditetapkan KPU Ponorogo 

Reporter :  Sofyan Arif Candra | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sugiri Sancoko-Lisdyarita telah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Jumat (22/1/2021).

Selanjutnya, Sugiri-Lisdyarita akan menunggu hingga masa jabatan Ipong Muchlissoni-Soedjarno berakhir pada 17 Februari 2021 sebelum dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo definitif.

Sugiri sendiri sudah menyiapkan program 100 hari yang akan ia jalankan pasca dilantik nanti.

Ia menyebutkan akan memberikan gebrakan kepada masyarakat Ponorogo agar tercipta 'Halo Effect' pada awal pemerintahannya dengan Lisdyarita.

Semua sektor, lanjutnya, akan ia garap terutama tata kota dan infrastruktur.

"Kita ingin Ponorogo bersolek, saat malam hari kelihatan indah seperti kota-kota yang lain," ucap Sugiri.

Baca juga: Wajib Distok 2 Jenis Vitamin untuk Pasien Covid-19 OTG & Gejala Ringan yang Isolasi Mandiri di Rumah

Baca juga: Rusak Gembok Pagar, Motor Pentolan FPI Gresik Raib Digondol Maling

Baca juga: Mahfud Arifin Beber Fakta saat Hadiri Langsung Sidang Gugataan MK Selasa Besok

Selain tata kota, ia juga ingin perlahan mengangkat kembali kesenian reog agar bangkit di tengah Pandemi Covid-19.

Salah satu caranya adalah dengan menginisiasi festival reog secara virtual dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Reog ini ada bukan hanya di Ponorogo, tapi dimana-mana ada. Kita mainkan serentak di tempat berbeda baik dalam negeri maupun luar negeri," jelas Sugiri.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sulton menilai sudah menjadi hal yang wajar jika program 100 hari Paslon Bupati dan Wabup yang baru berkutat masalah infrastruktur.

"Dalam program 100 harinya, biasa jika Bupati akan melakukan sesuatu yang mungkin bisa segera dilihat dan pasti itu berwujud fisik," ucap Sulton kepada TribunJatim.com.

Pola tersebut dilakukan pejabat yang baru untuk menunjukkan kepada publik kalau ia bisa bekerja.

"Saya dengar mau menata Jalan Soekarno Hatta dan mau menata alon-alon, ya saya rasa itu juga baik. Warga Ponorogo memang butuh sudut kota yang bisa untuk melepas kepenatan," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini.

Menurut Sulton, Ponorogo memang membutuhkan wajah kota yang baru yang bisa menjadi land mark atau ikon selain kesenian Reog.

Namun begitu, Sulton juga mengingatkan agar Sugiri tidak membuat gebrakan tersebut hanya untuk kepentingan 100 hari saja.

"Ini tidak bisa dikerjakan secara gradakan. Jangan awalnya bagus tapi tidak berkelanjutan sehingga mangkrak," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved