Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Dilema Pembuat Peti Jenazah Covid-19 di Trenggalek, Pesanan Meningkat: Kok Belum Sembuh-sembuh

Ahmad Shodiq warga Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek jadi pembuat peti jenazah Covid-19 selama pandemi. Akui dilema: kok belum sembuh-sembuh.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Hefty Suud
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Pembuatan peti jenazah di Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, Kamis (4/2/2021). 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Usaha mabel yang digeluti Ahmad Shodiq, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek sepi sejak pandemi virus Corona ( Covid-19 ) melanda.

Pesanan furnitur menurun drastis hingga sekitar 50 persen. Pasalnya, kebanyakan, ia melayani pesanan pintu, cendela, kosen, hingga lemari ke sekolah-sekolah.

"Sejak sekolah tak masuk, tidak ada pesanan dari sana," kata Shodiq, Kamis (4/1/2021).

Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di Lamongan Capai 92,03 Persen, Diklaim Tertinggi Ke-3 Jawa Timur

Wanita Terapis Pijat di Mojokerto Tewas Dibantai Pelanggannya, Pelaku Kabur Telanjang Bulat

Tak putus asa, sejak dua pekan terakhir, Shodiq banting setir. Ia mulai membuat peti jenazah untuk para pasien Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Trenggalek.

Penambahan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Trenggalek, membuat kebutuhan peti jenazah meningkat.

Awalnya, Shodiq mendapat tawaran menyediakan peti jenazah untuk dikirim di RSUD dr Soedomo.

"Saya coba buat. Setelah itu saya kirim ke rumah sakit. setelah disetujui, saya kemudian disuruh untuk membuat terus," ungkap pemilik UD Matahari Meubel itu.

Gara-gara pandemi, Shodiq sempat merumahkan beberapa orang pegawainya. Kini untuk memenuhi kebutuhan peti jenazah, ia kembali mempekerjakan sebagian dari mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved