Program Smart Student Banyuwangi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Program Smart Student yang dicanangkan Banyuwangi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Laporan dan evaluasi program Smart Student Banyuwangi, Senin (8/2/2021). 

Reporter: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Program Smart Student yang telah digeber Pemkab Banyuwangi sejak tahun 2018, terus memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran siswa, khususnya di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) ini.

Berbagai metode pembelajaran dan materi yang diberikan, mampu mendorong peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik para siswa.

Smart Student adalah salah satu inovasi Banyuwangi di sektor pendidikan yang satu di antara programnya adalah pemberian beasiswa bimbingan belajar (bimbel) online.

Program ini telah diikuti masing-masing 400 siswa di jenjang SD dan SMP.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembelajaran berbasis digital tersebut, dilakukan seiring dengan berjalannya program Smart Kampung yang memacu masuknya teknologi hingga ke desa-desa di Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan perusahaan teknologi pendidikan lewat platform Ruangguru untuk melaksanakan program pembelajaran online ini.

Bandara Banyuwangi Ditutup Sementara Akibat Dampak Abu Vulkanik Gunung Raung

Satgas Covid-19 Ponorogo Siap Jalankan PPKM Mikro, Bupati: Pembatasan Hingga Tingkat RT

“Kolaborasi ini dilakukan untuk membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis. Selama ini terkesan bisa ikut bimbel hanya pelajar kota. Namun, dengan program Smart Student ini, pelajar dari keluarga kurang mampu di desa pun bisa mendapatkan bimbel berkualitas dengan metode belajar yang terstandarisasi,” ujar Abdullah Azwar Anas, Senin (8/2/2021).

Dalam program ini, siswa mendapatkan modul belajar lengkap berupa video, latihan soal, hingga rangkuman untuk memudahkan siswa dalam memahami materi.

Siswa pun mendapatkan pendampingan yang lebih intensif sehingga hasilnya lebih maksimal.

Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, hasil evaluasi pada awal hingga akhir program menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa pada hampir semua mata pelajaran yang diujikan.

Banyuwangi Fokus Pemulihan Ekonomi di Musrenbangcam, Dukung Penuh Penguatan Sektor Strategis

Bluru Kidul Jadi Daerah Pertama di Sidoarjo yang Terapkan PPKM Mikro, Warga Bekerja Diperbolehkan?

Setelah menyelesaikan program pelatihan, capaian hasil siswa yang diukur dengan try out mengalami peningkatan sebesar 32 persen.

“Misalnya Bahasa Indonesia terdapat peningkatan sebesar 23,08 poin, Bahasa Inggris 1,85 poin, dan IPA 7,93 poin. Artinya, program ini terbukti membantu siswa memahami materi belajarnya,” kata Abdullah Azwar Anas.

Program ini pun sangat dirasakan manfaatnya oleh para siswa di Banyuwangi, salah satunya Dhevalina Nandia Prakasiwi, siswi SMPN 3 Muncar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved