Breaking News:

Tukar Uang Receh di Minimarket, Pria di Surabaya Tipu Kasir hingga Rugi Jutaan Rupiah

Seorang pria bernama Mamat (39) yang mengaku sebagai pegawai SPBU mendatangi sebuah minimarket di Jalan Hayamwuruk untuk menukarkan sejumlah uang

TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Barang bukti uang receh kasus di Wonokromo 

Reporter: Firman Rachmanudin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ada-ada saja modus kejahatan yang dilakukan para pelaku saat pandemi kali ini.

Seorang pria bernama Mamat (39) yang mengaku sebagai pegawai SPBU mendatangi sebuah minimarket di Jalan Hayamwuruk untuk menukarkan sejumlah uang recehan ke kasir, Senin (8/2/2021) lalu.

Dengan nada meyakinkan,uang receh yang dikemas dalam sebuah karung besar itu diserahkan ke kasir bernama Laila Mustikasari (22).

Kepada korban, Mamat menyebut jika akan menukarkan uang receh senilai Rp 3.850.000.

Berkarib Kebisingan Jalanan Wonokromo, Kisah Kakek 3 Cucu Selama 46 Tahun Tekuni Reparasi Jam Tangan

Sembari menghitung uang receh yang dibawa pelaku, korban kemudian kembali diyakinkan oleh Mamat jika uang tersebut benar-benar sesuai dengab apa yang disampaikannya.

"Keterangan korban jika tersangka ini mengaku sering tukar di minimarket. Ia juga mengaku sebagai karyawan SPBU. Karena terburu, korban akhirnya memberikan uang senilai 3,85 juta ke pelaku, meskipun belum selesau menghitung pasti," ujar Kapolsek Wonokromo, Kompol Rini Pamungkas, Sabtu (13/2/2021).

Setelah pelaku pergi, korban yang berulang menghitung uang receh dalam karung itu mendapati nilai yang tidak sesuai.

"Selesai dihitung ternyata uangnya hanya 780 ribuan," imbuhnya.

Merasa ditipu, korban lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Alhasil, pelaku berhasil dibekuk di rumahnya usai polisi mengidentifikasi identitas pelaku melalui rekaman Closed Circuit Television (CCTV) minimarket.

Saat ditangkap, polisi juga mengamankan Yamaha N Max Nopol L 5370 LC, uang koin receh Rp 300 ribu, uang koin Rp 768, 8 ribu, 1 lembar kertas nota, dan 1 kartu id card atas nama Hulaili.

"Kartu identitas itu palsu dan hanya sebagai modus pelaku untuk melancarkan aksinya," terangnya.

Sementara itu, Mamat mengaku jika baru sekali ini beraksi dan mendapat ide ketika melihat temannya yang bekerja di SPBU kerap menukar uang di minimarket.

Dalam aksinya itu, ternyaga Mamat tidak sendirian. Ia bersama temannya N yang kini masih dalam kejaran polisi.

"Berdua sama teman saya. Itu uangnya dibagi dua buat kebutuhan sehari-hari. Baru sekali ini. Coba-coba," aku Mamat.

Reporter: Firman Rachmanudin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ada-ada saja modus kejahatan yang dilakukan para pelaku saat pandemi kali ini.

Seorang pria bernama Mamat (39) yang mengaku sebagai pegawai SPBU mendatangi sebuah minimarket di Jalan Hayamwuruk untuk menukarkan sejumlah uang recehan ke kasir, Senin (8/2/2021) lalu.

Dengan nada meyakinkan,uang receh yang dikemas dalam sebuah karung besar itu diserahkan ke kasir bernama Laila Mustikasari (22).

Kepada korban, Mamat menyebut jika akan menukarkan uang receh senilai Rp 3.850.000.

Sembari menghitung uang receh yang dibawa pelaku, korban kemudian kembali diyakinkan oleh Mamat jika uang tersebut benar-benar sesuai dengab apa yang disampaikannya.

"Keterangan korban jika tersangka ini mengaku sering tukar di minimarket. Ia juga mengaku sebagai karyawan SPBU. Karena terburu, korban akhirnya memberikan uang senilai 3,85 juta ke pelaku, meskipun belum selesau menghitung pasti," ujar Kapolsek Wonokromo, Kompol Rini Pamungkas, Sabtu (13/2/2021).

Setelah pelaku pergi, korban yang berulang menghitung uang receh dalam karung itu mendapati nilai yang tidak sesuai.

"Selesai dihitung ternyata uangnya hanya 780 ribuan," imbuhnya.

Merasa ditipu, korban lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Alhasil, pelaku berhasil dibekuk di rumahnya usai polisi mengidentifikasi identitas pelaku melalui rekaman Closed Circuit Television (CCTV) minimarket.

Saat ditangkap, polisi juga mengamankan Yamaha N Max Nopol L 5370 LC, uang koin receh Rp 300 ribu, uang koin Rp 768, 8 ribu, 1 lembar kertas nota, dan 1 kartu id card atas nama Hulaili.

"Kartu identitas itu palsu dan hanya sebagai modus pelaku untuk melancarkan aksinya," terangnya.

Sementara itu, Mamat mengaku jika baru sekali ini beraksi dan mendapat ide ketika melihat temannya yang bekerja di SPBU kerap menukar uang di minimarket.

Dalam aksinya itu, ternyaga Mamat tidak sendirian. Ia bersama temannya N yang kini masih dalam kejaran polisi.

"Berdua sama teman saya. Itu uangnya dibagi dua buat kebutuhan sehari-hari. Baru sekali ini. Coba-coba," aku Mamat.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved