Breaking News:

Dinkes Pamekasan Minta Masyarakat Jujur Soal Penyakit yang Diderita Sebelum Ikuti Vaksinasi Covid-19

Dinkes Pamekasan meminta masyarakat jujur soal penyakit yang diderita sebelum ikuti vaksinasi Covid-19. Bisa jadi pertimbangan.

TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap dua di Pendopo Kecamatan Pegantenan, Rabu (10/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Madura, meminta masyarakat jujur memberi tahu kepada petugas medis tentang penyakit yang pernah diderita sebelum melakukan vaksinasi Covid-19 (virus Corona).

Sebab, jika masyarakat tidak jujur, dikhawatirkan bisa berdampak tidak baik pada reaksi vaksin Covid-19 Sinovac yang disuntikkan ke dalam tubuh.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pamekasan, dr Nanang Suyanto memperingatkan masyarakat agat tidak menutup-nutupi riwayat penyakit yang pernah diderita saat hendak skrining sebelum penyuntikan vaksin Covid-19.

Ia berharap masyarakat jujur kepada petugas medis mengenai riwayat penyakit yang sebelumnya pernah diderita.

"Karena itu nanti akan menjadi bahan pertimbangan apakah yang bersangkutan bisa divaksin atau tidak. Dan, bisa saja akan ditunda atau diobati biasa saja," kata dr Nanang Suyanto kepada TribunJatim.com, Sabtu (13/2/2021).

Yayasan PSBB Gelar Khitan Massal di Desa Mangar Pamekasan, Puluhan Anak Dikhitan Gratis

Kambing Warga Bondowoso Kembali Dapat Serangan Misterius, Plt Kades: Seolah Tahu Kandang Tak Dijaga

Menurut dokter yang akrab disapa Nanang ini, masyarakat Pamekasan harus paham tentang manfaat vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah.

Dia menjelaskan, tujuan vaksinasi Covid-19 adalah sebagai langkah untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pihaknya memastikan vaksinasi Covid-19 sudah dijamin keamanannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jadi insyaallah vaksin ini aman, asal sewaktu akan divaksin benar-benar sehat dan fit kondisi tubuhnya," bebernya.

Iming-iming Kelinci, Pelajar SMP Setubuhi Anak Umur 4 di Halaman Belakang Sekolah Paud di Sampang

Lewat Surat Edaran, Gubernur Khofifah Larang ASN Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Imlek 2021

Menurutnya, vaksin ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Dia berpesan kepada masyakarat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksin.

Yakni dengan tetap menjaga jarak, wajib memakai masker, dan sesering mungkin mencuci tangan sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas.

"Masyarakat diimbau jangan takut untuk melakukan vaksinasi. Vaksin ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak terjangkit Covid-19," imbaunya.

Dua Persen Penerima Vaksin Covid-19 di Tulungagung Alami KIPI, Hanya Bergejala Ringan

Wali Kota Kediri Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Tak Merasa Apa-apa: Insyaallah Berjalan Baik

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved