Breaking News:

Iming-iming Kelinci, Pelajar SMP Setubuhi Anak Umur 4 di Halaman Belakang Sekolah Paud di Sampang

Kasus pencabulan anak terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura. Pelajar SMP setubuhi anak umur 4 di belakang halaman sekolah Paud.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih. 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Kasus pencabulan anak terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura pada Januari 2021 lalu.

Miris, kasus tersebut melibatkan korban dan pelaku yang sama-sama masih anak-anak.

Korban, berinisial Mawar (nama samaran) merupakan anak paud berusia empat tahun.

Sementara si pelaku, Jacob (nama samaran), merupakan pelajar SMP berusia 12 tahun.

Kasus persetubuhan yang dilakukan anak di bawah umur tersebut sedang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan.

Penjual Peti Mati di Ponorogo Sering Kehabisan Stok Selama Pandemi Covid-19, Sepekan Laku 18 Buah

Jalan Tembus Toyomerto Direncanakan Terealisasi Pertengahan 2021, Dimulai Pembangunan Jalan Keluar

Koordinator Divisi Hukum PPTP3A, Umi Supraptiningsih mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang memasuki tahap pemeriksaan saksi.

Kata dia, modus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban, dengan cara diiming-imingi akan diberi kelinci.

"Anak Paud ini dipaksa oleh pelaku. Saat mau dicabuli diiming-imingi akan diberi kelinci," kata Umi Supraptiningsih kepada TribunJatim.com, Jumat (12/2/2021).

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved