Breaking News:

Satgas Covid-19 Sebut Disiplin Masyarakat Jember Terapkan Prokes Masih Rendah

Rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat Jember dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, dinilai menjadi salah satu penyebab

Freepik
Ilustrasi Corona atau Covid-19 di Jember 

Reporter: Sri Wahyunik | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat Jember dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, dinilai menjadi salah satu penyebab masih ditemukan banyaknya kasus baru orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jember.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono menjawab pertanyaan Surya, perihal masih tingginya kasus baru per hari.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember, selama lima hari terakhir, kasus baru per hari masih terbilang tinggi. Pada 10 Februari lalu, dilaporkan ada 53 kasus baru terkonfirmasi positif, kemudian 61 kasus baru di tanggal 11 Februari. Lalu pada 12 Februari ada 30 kasus baru, dan ada temuan lebih sedikit yakni 18 kasus baru di tanggal 13 Februari. Kemudian di tanggal 14 Februari, ada 24 kasus baru terkonfirmasi positif.

Karenanya hingga 14 Februari 2021, tercatat ada 6.226 kasus positif Covid-19 di Jember sejak Maret 2020. Rinciannya 5.539 orang sembuh (90,57 persen), 206 orang masih dirawat (3,31 persen), dan total orang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 381 orang (6,12 persen).

Tuntas Perbaikan Pipa Bocor di Karang Pilang, PDAM Surya Sembada: Tinggal Normalisasi Aliran

"Ada sejumlah penyebab kenapa masih ditemukan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Jember. Salah satu faktonya masih rendanya disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M," ujar Gatot, Minggu (14/2/2021).

Penyebab lainnya, kata Gatot, petugas kesehatan terus melakukan pelacakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Meskipun di sisi lain, lanjutnya, penegakan disiplin protokol kesehatan masih terus dilakukan. Tetapi rupanya belum memberi efek jera kepada masyarakat.

"Operasi yustisi terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten sampai kecamatan. Satgas di tingkat kecamatan juga terus memantau titik-titik keramaian, dan tempat berpotensi berkumpulnya warga," imbuhnya.

Berdasarkan data dari Pengadilan Negeri Jember yang terlibat dalam operasi yustisi, mulai 16 September hingga 29 Januari 2021, tercatat ada 2.319 orang pelanggar protokol kesehatan di Jember. Mereka dihukum denda, maupun kerja sosial.  

Jumlah pengenaan denda dan biaya perkara sampai dengan saat ini mencapai Rp 24.903.000, yang semuanya disetorkan ke Kas Daerah Jember.

Gatot berharap juga, seiring gelombang vaksinasi, ada peningkatan imunitas di tubuh warga yang telah mendapatkan vaksin. Meskipun belum memiliki jadwal pasti, masyarakat umum di Jember diharapkan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pada tahap ketiga dan keempat nanti.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved