Breaking News:

Alumni ITB Beri 10000 Alat Rapid Test Antigen untuk Jatim, Khofifah: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Alumni ITB beri bantuan 10.000 alat rapid test antigen untuk Jawa Timur, Gubernur Khofifah: Pandemi Covid-19 belum berakhir.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan berupa 10.000 alat rapid test antigen dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 80 dan Indec Diagnostic di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/2/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan berupa 10.000 alat rapid test antigen Covid-19, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/2/2021).

Bantuan ini merupakan bantuan dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 80 dan Indec Diagnostic. 

Bantuan ini dikatakan Gubernur Khofifah sangat bermanfaat lantaran saat ini tengah gencar dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro tingkat RT/RW yang tentunya membutuhkan testing yang tinggi.

Sehingga alat ini dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan proses testing. 

"Kita sedang melaksanakan PPKM Mikro, di Jatim ada 7724 desa. Dalam PPKM ini dianjurkan untuk memaksimalkan 3T, tracernya sudah disupport oleh Polri, TNI, dan Satlinmas, nah sekarang testingnya, kita sangat butuh ini rapid antigen," tegas Khofifah seusai menerima bantuan. 

Ia mengatakan, Pemprov Jawa Timur beberapa waktu lalu baru saja menerima bantuan sebanyak 99.000 alat rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Tinjau Tanah Longsor di Nganjuk, Gubernur Jatim Khofifah Minta Pencarian Korban Hilang Dipercepat

Baca juga: Wagub Jawa Timur Emil Dardak Serahkan 16 SK Penunjukan Plh Bupati Wali Kota, Berikut Daftarnya

Jumlah ini menurut Khofifah jika dibilang banyak tentu banyak, tapi jika dikatakan sedikit memang Jawa Timur juga masih kekurangan. 

Oleh sebab itu ia berterima kasih pada para alumni ITB yang telah memberikan perhatian dengan menyumbangkan alat rapid tes antigen untuk warga Jawa Timur. Yang tentunya akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan Jawa Timur. 

"Di saat ini tentu tak lelah kita sampaikan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Ada kewaspadaan yang harus tetap kita jaga. Menggunakan makser, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak masih harus kita lakukan," kata Khofifah. 

Sementara itu, Penasihat Ikatan Alumni ITB Angkatan 80, Joni Hermana mengatakan, bantuan ini adalah karya anak bangsa. Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dari para alumni ITB angkatan 80 di masa pandemi Covid-19 ini. 

Baca juga: Ujian Nasional 2021 Dihapus, Dindikbud Bondowoso Siapkan Pelaksanaan Ujian di Tiap Lembaga Sekolah

Baca juga: PDIP Kumpulkan 11 Kepala Daerah Terpilih Jatim, Gelar Rapat Konsolidasi, Jalankan Amanah Partai

"Kita berupaya bagaimana bisa bersinergi, bekerja sama membantu untuk melakukan swab antigen, mudah-mudahan bisa mengatasi masalah testing dengan biaya yang murah," tegasnya. 

Sebagaimana diketahui bahwa penyebaran Covid-19 di Jawa Timur masih tinggi.

Pada Selasa (16/2/2021), ada sebanyak 473 tambahan kasus baru di Jawa Timur.

Total kumulatif kasus Covid-19 di Jawa Timur tembus 123.280 kasus. Testing harian terus dilakukan. Dengan jumlah tes sebanyak 4.000-6000 tes sehari. 

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Masukkan Pedagang Pasar Tradisional dalam Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Baca juga: Jelang Purnatugas Sebagai Bupati Banyuwangi, Anas Dilamar Jadi Dosen dan Konsultan Kepala Daerah

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved