Breaking News:

Dikira Tikus Mati, Pria asal Surabaya Tewas di Dalam Rumah di Gresik, Warga Sampai Geger

Sempat dikira ada tikus mati karena aroma busuk yang menyengat hingga depan rumah. Seorang pria di Gresik ditemukan tewas dengan tubuh berwarna hitam

istimewa
ilustrasi pria tewas di Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sempat dikira ada tikus mati karena aroma busuk yang menyengat hingga depan rumah. Seorang pria di Gresik ditemukan tewas dengan tubuh berwarna hitam dipenuhi belatung.

Peristiwa penemuan mayat ini menggegerkan Warga Perum Bukit Bambe, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Korban diketahui bernama Erno Mustiko warga Kelurahan Pigiran, Kecamatan Semampir, Surabaya. Jasad pria 46 tahun ini kondisinya memprihatinkan.

Berdasarkan data dari kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya sendiri bernama Mustadi Widodo (50) warga Banyuurip Kidul, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Baca juga: Pisah Ranjang dari Istri, Mantu Berbuat Nekat ke Mertua di Lamongan, Anak Korban dengar Suara Ganjil

Saat itu, Widodo hendak melihat kondisi rumahnya yang ditempati korban. Dia mendapati informasi ada bau busuk menyengat seperti tikus mati dari tetangga depan rumah.

Bau menyengat itu berasal dari rumahnya di blok A1 no. 1 RT 21/RW 06, Desa Bambe yang kondisinya ditumbuhi semak-semak di teras.

Kamis, 18 Februari 2021 sekitar pukul 10.20 Wib, Widodo akhirnya berhasil membuka pintu dan melihat kondisi adiknya itu terlentang terbujur kaku di depan pintu kamar dalam kondisi membusuk dan dikerubungi belatung.

Jasad korban sudah berwarna hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Terlihat bagian tengkorak di dagu korban.

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. Satu mobil polsek Driyorejo turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban yang masih mengenakan kaos dan celana pendek itu.

Petugas langsung membawa korban menuju RSUD Ibnu Sina Gresik. Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan bercak muntahan darah di area dapur rumah tersebut.

"Di tubuh korban tidak ditemukan luka atau tanda-tanda penganiayaan," ucapnya, Jumat (19/2/202).

Menurut keterangan saksi yang merupakan kakak korban itu, bahwa korban mengidap penyakit paru-paru akut.  Diduga kuat, penyakit yang diderita itu kambuh.

"Keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi dalam dikuatkan dengan pernyataan di atas materi dan diketahui oleh kepala desa setempat," tutupnya. (wil)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved