Breaking News:

Bertemu DPRD Jatim, Dewan Kesenian Jawa Timur Curhat Minimnya Alokasi Anggaran yang Diterima

Bertemu DPRD Jatim, Dewan Kesenian Jawa Timur curhat soal minimnya alokasi anggaran yang diterima. Sebut tak sebanding.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) bertemu dengan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, 2021. 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) mengeluhkan minimnya anggaran dari pemerintah provinsi.

Hal ini disampaikan saat bertemu dengan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi.

Jajaran pengurus DKJT mengeluhkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,6 miliar per tahun. Hal ini dinilai tak sebanding dengan intensitas pelestarian kegiatan kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur.

“Sudah sepuluh tahun terakhir ini, masih belum ada perubahan alokasi anggaran untuk DKJT. Ini tak sebanding dengan volume kegiatan kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur,” terang Sekjen DKJT, Chrisman Hadi, Jumat (19/2/2021).

Tujuh Presidium DKJT yang hadir, juga menyampaikan aspirasinya tentang lemahnya regulasi hukum atau peraturan daerah yang memberikan dukungan ruang eksplorasi serta perlindungan karya.

"Di tingkat undang-undang kita memang sudah mempunyai payung hukum untuk melindungi hak cipta pengkaryaan dari para seniman. Selain itu, juga ada peraturan tentang warisan budaya. Namun, peraturan tersebut juga harus diperkuat hingga tingkat daerah naik provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Presidium DKJT, Taufik Monyong.

Baca juga: BPCB Jatim Persiapkan Pemugaran Candi Mirigambar Tulungagung, Ada Cerita Panji di Balik Reliefnya

Baca juga: Jatim Akan Kembangkan Geothermal Gunung Arjuno dan Welirang, Sudah Dibahas dengan Gubernur Khofifah

Mendengar aspirasi tersebut, Kusnadi pun merespons.

Menurut dia, persoalan anggaran DKJT ini harus disinergikan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Keluhan tersebut kami tampung, tapi kaitan alokasi anggaran memang kita perlu berkomunikasi lebih lanjut dengan pemprov. Karena ini menyangkut pagu APBD provinsi,” kata Kusnadi yang juga Ketua DPD PDI Jawa Timur ini.

Kusnadi berupaya membuka ruang dialog bersama antara DPRD, pemprov, dan DKJT, untuk membahas secara detail bagaimana upaya memajukan kegiatan kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur.

Baca juga: Sinyal Positif Keberhasilan PPKM di Jawa Timur: Zona Merah Covid-19 Tinggal Kabupaten Jombang

Baca juga: Pertama di Jatim, Satlantas Polres Tulungagung Bawa Pemilik Kendaraan Kelebihan Muatan ke Pengadilan

“Kami di DPRD tentu akan berupaya menemukan ruang dialog bersama dengan pemprov, dan DKJT, untuk membahas secara komprehensif tentang bagaimana upaya kita bersama-sama menciptakan kultur berkesenian dan kebudayaan di Jawa Timur yang kondusif," katanya.

"Karena bagaimanapun, kegiatan kesenian dan kebudayaan adalah salah satu aspek penting dalam membangun sebuah peradaban di masyarakat,” tutup Kusnadi.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved