Breaking News:

Jatim Akan Kembangkan Geothermal Gunung Arjuno dan Welirang, Sudah Dibahas dengan Gubernur Khofifah

Jawa Timur akan mengembangkan geothermal Gunung Arjuno dan Welirang, sudah dibahas dengan Gubernur Khofifah meski masih informal.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Asisten 2 Setda Provinsi Jawa Timur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Jumadi, Rabu (17/2/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersiap untuk mengembangkan potensi geothermal yang ada di Gunung Welirang dan Gunung Arjuno.

Pengembangan ini akan dilakukan bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan Geo Dipa Energi

Asisten 2 Setda Provinsi Jawa Timur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Jumadi mengatakan, rencana pengembangan potensi geothermal itu sudah dibahas bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Akan tetapi pembahasannya masih informal dan tahap awal. Namun di lapangan Geo Dipa sejatinya sudah bergerak. 

"Saat ini masih pengurusan UKL-UPL, selain itu juga sedang dilakukan kajian biodiversity oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kajian itu untuk memastikan bahwa pengembangan geothermal nanti tidak akan mengganggu ekosistem yang ada di sana," kata Jumadi, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Wagub Jawa Timur Emil Dardak Serahkan 16 SK Penunjukan Plh Bupati Wali Kota, Berikut Daftarnya

Baca juga: Alumni ITB Beri 10000 Alat Rapid Test Antigen untuk Jatim, Khofifah: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Sebab sebagaimana diketahui, lokasi yang akan dilakukan pengembangan eksplorasi geothermal di Arjuno-Welirang tersebut ada beberapa habitat ekosistem flora dan fauna, misalnya ada macan tutul dan juga jalak.  

Akan tetapi dikatakan, berdasarkan kajian-kajian sebelumnya, pipa yang digunakan untuk pengembangan jaringan geothermal bersifat dingin, tidak panas, sehingga akan melindungi habitat flora dan fauna di kawasan Arjuno-Welirang.

"Total lahannya yang akan menjadi eksplorasi ada 75 hektare. Lokasinya ada di dalam kawasan Tahura, Taman Hutan Raya. Tahura ini milik pemprov, maka kemarin Geo Dipa Energi sowan ke ibu," kata Jumadi. 

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Tegaskan Penerapan PPKM Mikro di Kota Malang Tak Ganggu Sektor Ekonomi

Baca juga: Jalankan Instruksi KPK, Pemkab Tulungagung Kebut Sertifikasi Aset Tanah Hingga Tahun 2023

Lebih lanjut dikatakan Jumadi, di dalam audiensi awal bersama gubernur awal pekan ini, Geo Dipa Energi menyampaikan pihaknya meminta fasilitasi terkait akses dan juga penataan blok. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved