Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Jawa Timur

Efikasi Sinovac 65 Persen, Satgas Jatim: Setelah Vaksinasi Masih Ada Kemungkinan Terpapar Covid-19

Juru bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur Mahyan Jibril Al Farabi beber efikasi Sinovac 65 persen. Setelah divaksin masih bisa terpapar virus Corona.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
AP/Peter Hamlin
ILUSTRASI vaksinasi Covid-19. 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Juru bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur Makhyan Jibril Al Farabi menegaskan, setelah divaksin bukan berarti tidak bisa terpapar virus Corona ( Covid-19 ).

Sebab berdasarkan penelitian efikasi vaksin Covid-19 merk Sinovac ini adalah 65 persen. 

Aplikasi yang dimaksud adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional Pamekasan Naik, Hari Ini Tembus Rp 125.000 Per Kg

Baca juga: TERBARU Promo Pembelian Motor Yamaha di Jatim, Diskon Serba 600 Ribu hingga Kredit Tanda Dp, Cek!

Artinya jika efikasinya sebesar 65 persen masih ada kemungkinan sebesar 35 persen orang dalam komunitas tersebut tertular. 

"Jadi misalnya ada 3 orang semuanya tidak divaksin maka tiga-tiganya akan terpapar. Tapi jika semuanya divaksin maka masih ada kemungkinan satu yang kena tapi kemungkinannya dia yang kena itu hanya gejala ringan atau tanpa gejala," terang Jibril, Sabtu (20/2/2021). 

Oleh sebab itu hal ini sejalan dengan tujuan dari vaksinasi dimana tujuannya ada dua.

Pertama adalah mencegah atau menurunkan tingkat penularan dan yang kedua adalah mengurangi gejala paparan Covid-19 agar tidak menjadi gejala yang berat. 

Baca juga: Unesa Melalui SMCC Kirim 16 Mahasiswa ke Jombang dan Nganjuk, Bantu Korban Bencana Banjir

Baca juga: Dua Eskavator Butuh Waktu 7 Jam Mengubur 48 Ekor Ikan Paus Mati di Pesisir Bangkalan

 Terkait Wakil Bupati Nganjuk yang terpapar Covid-19 padahal sudah divaksin sebanyak 2 dosis Jibril menyebutkan ada beberapa kemungkinan. 

Bisa jadi di dalam tubuh wakil bupati tersebut belum terbentuk antibodi setelah disuntikkannya vaksin Covid-19

"Karena Wakil Bupati Nganjuk ini kan memang vaksin kedua dilakukan pada 10 hari yang lalu ada kemungkinan memang beliau belum terbentuk imunitasnya," tegas Jibril. 

Karena berdasarkan penelitian imunitas atau antibodi pada tubuh seseorang yang telah di vaksin bisa muncul setelah 28 hari setelah suntikan dosis pertama. Atau setelah 14 hari dari suntikan dosis kedua. 

Sehingga ditegaskan Jibril dalam rentang waktu tersebut sebenarnya orang yang telah disuntik vaksin pun tetap memiliki risiko paparan covid-19 seperti orang yang belum divaksin. 

Seperti diketahui sebelumnya, Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan swab test di RSUD Nganjuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved