Breaking News:

Penanganan Covid

Pemkab Bondowoso Gelar Operasi Yustisi Tekan Angka Positif Covid-19, 13 Pengendara Terjaring Razia

Pemkab Bondowoso galakkan operasi yustisi untuk menekan angka positif Covid-19, belasan pengendara terjaring razia dan mendapat sanksi.

TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Sebanyak 13 pengendara di Bondowoso terjaring operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19, Senin (22/2/2021). Mereka diberi denda administrasi dan sanksi sosial, yakni push up. 

Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro telah diterapkan di Bondowoso.

Meski begitu, itu bukan satu-satunya upaya untuk menekan angka kasus positif Covid-19 (virus Corona).

Karena Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap menggalakkan operasi yustisi untuk mencegah penularan Covid-19.

Dengan melibatkan petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan Pengadilan Negeri Bondowoso, operasi yustisi digelar di Jalan Ahmad Yani Bondowoso, Senin (22/2/2021) pagi.

Penyidik PPNS Satpol PP Bondowoso, Samsul Hadi mengatakan, sebanyak 13 pengendara terjaring dalam operasi yustisi.

Mereka yang terjaring operasi dikenakan sanksi yang bervariasi.

Baca juga: BPBD Bondowoso Rutin Droping Air Agar Masyarakat Terbiasa Cuci Tangan, Cegah Penularan Covid-19

Baca juga: PPKM di Kota Malang Diperpanjang, Wali Kota Sutiaji: Penjaga Gawangnya RT/RW, Kelurahan & Kecamatan

"Kalau secara satu per satu orang kita sudah tetapkan Rp 30 ribu. Namun ketika yang melanggar berbarengan ada dua orang, itu ada pertimbangan lain dari hakim. Kadang diputus Rp 45 ribu, terkadang Rp 60 ribu," katanya.

Hadi mengungkapkan, para pengendara mayoritas melanggar protokol kesehatan tak mengenakan masker.

Selain denda administrasi, pelanggar diberi sanksi sosial, yakni push up.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved