Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Uji Coba 'i-nose C-19' di RS Lapangan Indrapura, Screening Covid-19 Lebih Cepat: Tak Lebih 5 Menit

Uji coba i-nose C-19 di RS Lapangan Indrapura Surabaya, Jumat (26/2/2021).  Diapresiasi dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.

SURYA/FEBRIANTO RAMADANI
Uji Coba Alat I Nose C 19, Jumat siang (26/2/2021) oleh salah satu nakes RSLKI Surabaya. 

Reporter: Febrianto Ramadani | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rumah Sakit (RS) Kogabwilhan II Indrapura ( RSLKI ) Surabaya, menerima i-nose C-19, alat untuk mendeteksi virus Corona ( Covid-19 ) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jumat siang (26/2/2021). 

Kedatangan Tim i-nose C-19 ITS yang dipimpin langsung oleh founder i-nose C-19 sekaligus ketua tim, Prof Ir Riyanarto Sarno, disambut langsung oleh,Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, serta seluruh jajaran tenaga kesehatan (nakes) dan relawan pendamping.

Alat i-nose C-19 langsung diuji coba Dokter Ega, relawan nakes, dan Radian Jadid, relawan pendamping.

Baca juga: Surabaya Soccer League Jadi Wadah Komunitas Sepak Bola Amatir di Kota Pahlawan Bisa Berkompetisi

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani: 70 Persen di Lapangan, 30 Persen di Kantor

Mulai dari pengoperasian alat, input data, pemasangan selang di ketiak, hingga pengolahan data hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 menit.

Mengejutkan, hasil tes dari  i-nose C-19 bisa diketahui saat itu juga (realtime) dikirimkan ke nomor whatsapp Ega, dan Radian Jadid, berupa sertifikat dengan format pdf. 

Dalam paparannya, Prof Riyanarto menjelaskan, i-nose c-19 merupakan alat screening Covid-19 pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor).

Baca juga: RESMI Hendy-Gus Firjaun Jadi Bupati-Wakil Bupati Jember, Langsung Dapat Sejumlah PR dari Dewan

Baca juga: Dilantik Gubernur Jawa Timur, Pasangan Santoso-Tjutjuk Sunario Resmi Pimpin Kota Blitar

Alat tersebut bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang, dan memprosesnya menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

“Keringat ketiak adalah non-infectious yang berarti limbah maupun udara buangan i-nose c-19 tidak mengandung virus Covid-19,” ungkapnya. 

Halaman
123
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved