Virus Corona

Waspada Mutasi Corona B.1.1.7 Sudah Masuk Indonesia, Ada 2 Kasus, Tingkat Penularan Lebih Tinggi

Mutasi virus Corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris kini telah ditemukan di Indonesia.

Tayang:
National Institute of Health via Sosok.ID
ILUSTRASI Mutasi virus Corona yang pertama kali ditemukan di Inggris kini sudah masuk Indonesia. 

Sebuah studi yang dilakukan Universitas Birmingham Inggris menemukan, pasien dengan varian baru Covid-19, B.1.1.7, mempunyai viral load tinggi.

Viral load yang lebih tinggi dapat menentukan tingkat penularan subjek dan kemampuan virus untuk ditularkan.

Baca juga: Waspada Gejala Baru Covid-19 Covid Tongue, dari Ringan hingga Berat, Bisa Memengaruhi Nafsu Makan

Gejala yang ditimbulkan

Diberitakan Kompas.com, 29 Januari 2021, sebuah survei yang dilakukan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menemukan, orang yang terinfeksi varian baru Covid-19 merasakan gejala berikut ini dibandingkan varian sebelumnya:

- Batuk

- Sakit tenggorokan

- Kelelahan

- Nyeri otot

Sejumlah ahli menyebut, pergeseran gejala mungkin didorong oleh sifat varian yang lebih menular dan menyebar lebih cepat di tubuh.

Data tersebut didapat ONS setelah bertanya kepada orang-orang tentang gejala mereka setelah menerima tes positif yang kuat untuk Covid-19 antara 15 November 2020 hingga 16 Januari 2021.

Baca juga: Nissa Sabyan Menang Dipilih Ayus, Kini Malah Tuntut Ririe Klarifikasi: Hindari Hal Kurang Pantas

Penampang ilustrasi virus Covid-19 terbaru yang bermutasi
Penampang ilustrasi virus Covid-19 terbaru yang bermutasi (National Institute of Health via Sosok.ID)

Baca juga: Rating Ikatan Cinta Memburuk, Akting Arya Saloka & Amanda Bakal Bungkus? Fans: Udah Gak Mau Nonton

Vaksin masih efektif

Diberitakan Kompas.com, 30 Desember 2020, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban mengatakan, tindakan vaksinasi hampir pasti, namun tetap efektif terhadap varian baru virus Corona B.1.1.7. Zubairi mengatakan varian baru ini juga tetap akan terdeteksi menggunakan uji PCR.

"Tetap mampu mendeteksi (dengan PCR). Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus Corona) berbeda," kata dia.

Di sisi lain, para ilmuwan sedang bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang varian ini untuk lebih memahami betapa mudahnya ia dapat ditularkan dan apakah vaksin resmi saat ini akan melindungi orang terhadap varian baru tersebut.

Saat ini, tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan risiko kematian. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Sudah Masuk Indonesia, Ini Informasi Lengkapnya

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved