HP 3 Pemuda Dibawa Kabur Orang di JPO Surabaya, Pelaku Ngaku dari Polda, Modus Penangkapan Narkoba

3 pemuda jadi korban perampasan handphone di JPO Jalan Keputran Panjunan Surabaya. Pelaku ngaku dari Polda. Cegat korban modus penangkapan narkoba.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Hefty Suud
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Korban perampasan handphone, Tino, menunjukkan laporan polisi yang dibuatnya di Mapolsek Genteng Surabaya. 

Setelah tidak ditemukan narkoba seperti yang dituduhkan, pelaku kemudian meminta empat handpone milik korban sebagai pengembangan. 

"Pelaku mengatakan, jika sebelumnya menangkap temannya. Saya dan teman-teman dilakukan penggeledahan karena sebagai pengembangan kasusnya lebih lanjut," beber dia.

Setelah tidak terbukti, pelaku meminta kepada para korban untuk ke Polsek Tegalsari guna dimintai keterangan. 

Selanjutnya, ketiga korban diperintah untuk mengikuti motor pelaku menuju Polsek Tegalsari, tapi tiba-tiba pelaku belok ke arah monumen bambu runcing dan melarikan diri. 

Mengetahui pelaku kabur membawa HP-nya, Tino dan teman-temannya mengejarnya. 

Tapi sayangnya, mereka kehilangan jejak pelaku di Jalan Dr Soetomo Surabaya.

Tino kemudian membeberkan ciri-ciri pelaku tinggi kurang lebih 170 cm, kulit hitam langsat, perut buncit, mengenakan pakaian preman, helm standart hitam dan mengendarai Honda Vario pelat W 6221 BD. 

"Saya tidak pernah pakai narkoba, saya juga kaget katanya pengedar narkoba dan dituduh membawa 6 kilogram sabu," terangnya.

Sementara itu, terpisah Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan masih dalam penyelidikan anggotanya.

"Anggota masih menginterogasi korban saat ini," kata Sutrisno, Jumat (5/3/2021).

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved