Breaking News:

Hari Air Sedunia, Masih ada Warga di Gresik Tadah Air Hujan untuk Mandi

Hari air sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret. Air sudah menjadi kebutuhan dasar untuk kehidupan.

surya/willy
Warga di Perum Permata Suci 2, Kecamatan Manyar, menadah hujan untuk mandi. 

“Sudah dua bulan air PDAM mati,” ucapnya, Senin (22/3/2021).

Yudhi bersama tetangganya menggunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan. Ember dan bak berjejer di depan teras rumahnya. Air hujan tersebut ditadahi langsung, secara bergantian dimasukkan ke dalam tandon.

Air hujan itu hanya digunakan untuk mandi saja. Untuk memasak, menggunakan air isi ulang yang dibeli di toko.

Hengki, juga memanfaatkan air hujan untuk mengisi  tandon. Langkah ini, sudah sebagai solusi terakhir untuk mendapatkan air dengan mudah.

“Buat mandi licin, mau bagaimana lagi, beli air juga Rp 40 ribu per kubik, PDAM juga tidak keluar,” kata dia.

Dalam satu pekan, Hengki membeli air bisa tiga sampai empat kali. Artinya, hampir Rp 200 ribu kocek yang dikeluarkan Hengki untuk memenuhi air.

“Setiap bulan juga masih bayar PDAM,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariah masih belum merespon hingga berita ini diturunkan.

Pasokan SPAM Umbulan ke Gresik awalnya 300 liter per detik (lpd), kemudian naik menjadi 600 lpd hingga 100 lpd.

Sejumlah pipa tua berumur puluhan tahun di Gresik masih menjadi pekerjaan rumah bagi PDAM Giri Tirta Ceria untuk memakasimalkan air dari sumber mata air Umbulan.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved