Pemkot Batu Segera Salurkan 141 Ribu Benih Bibit Ikan NIla
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu akan menyalurkan 141 ribu bantuan bibit ikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di 24 desa
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu akan menyalurkan 141 ribu bantuan bibit ikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di 24 desa dan kelurahan seluruh Kota Batu.
Menurut data, angka konsumsi ikan di Kota Batu mengalami penurunan. Pada 2019 tercatat 20,56 kilogram/kapita/tahun dan 2020 tercatat 18,65 kilogram/kapita/tahun.
Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DPKP Kota Batu, Mat Ali mengatakan secara rinci ada bantuan bibit ikan nila sebanyak 70 ribu, lele 61 ribu, dan 10 ribu ikan hias koi. Saat ini pihaknya masih melakukan pengadaan dan menunggu SK dari wali kota.
“Penyaluran itu sesuai arahan dari Musrenbag tahun lalu. Nanti akan diberikan melalui kelompok bukan perorangan, penerima harus memiliki lahan kolam dan sebagainya. Diverifikasi dulu,” jelas Mat Ali, Minggu (28/3/2021).
Jumlah penerima berbeda-beda. Rata-rata tiap desa atau kelurahan ada satu kelompok yang menerima, tapi ada juga ada dua kelompok yang menerima. Kondisi yang terakhir itu terjadi di Desa Beji, Desa Sidomulyo, dan Desa Tlekung.
“Tak hanya bibit saja, seperti Sidomulyo juga mendapat bibit dan sarana prasarana alat penjaring, keranjang panen, dan sebagainya,” tegas Mat Ali.
Baca juga: Orang Tua Syok Dengar Anak Lapor Paha Dikotori Air Lengket oleh Karyawannya, Perilaku Selalu Sama
Baca juga: Ngalas Bareng WR 155 di Malang Turut Diikuti Sepasang Lansia, Usia Tak Jadi Kendala
Baca juga: PWNU Jatim Kecam Pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Dorong Aparat Tidak Tanggung: Usut Tuntas
Harapaannya bibit ini bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan kelompok atau masyarakat setempat. Meski Kota Batu dinilai kurang maksimal dalam pembesaran karena suhu dingin, namun tetap ada upaya yang dilakukan.
“Beda dengan tempat yang memiliki suhu hangat seperti Kediri. Contohnya peternak ikan lele bakal cepat besar dan mampu panen hanya 3 bulan. Di Batu bisa sampai 5 bulan baru panen,” urainya kembali.
Ali berharap besar bantuan tersebut dapat memicu peningkatan produksi ikan di Kota Batu. Dengan begitu, juga akan mempengaruhi konsumsi ikan yang ikut meningkat.
“Harapannya dengan adanya bantuan itu bisa meningkatkan produksi ikan serta meningkatkan konsumi ikan di Kota Batu,” tutupnya.
Pemkot Batu juga akan menyalurkan bantuan beras kepada kepala keluarga yang berhak. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Dinas Sosial. Kepal Dinas Sosial, Ririk Mashuri mengatakan, pihaknya tengah memverifikasi data terbaru agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Lestari Aji menjelaskan angka konsumsi beras di kota Batu berdasarkan Susenas BPS dari jumlah penduduk sebanyak 220.816 jiwa, berdasarkan Siak Bulan Februari 2021 Dispendukcapil Kota Batu, per tahunnya membutuhkan beras 19.807.20 ton. Jika dihitung per bulan, angkanya adalah 1.650,60 ron dan yang per hari 54.21 ton.
Pemkot Batu tidak bisa menyerap padi dari petani. Padi diserap oleh BUMD maupun BUMN sesuai dengan PP No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Di Kota Batu, ada PT BWR selaku BUMD yang sebetulnya bisa menyerap padi.
Namun hal itu belum bisa dilakukan karena PT BWR belum memiliki fasilitas dan SDM. Sehingga yang bisa menyerap padi adalah Bulog.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-batu-pelepasan-benih-ikan-yang-diperolah-oleh-peternak-dari-pemkot-batu.jpg)