Breaking News:

Berita Gresik

Cerita Motor Antik Royal Anfield Tahun 1956 Dilelang, dan Dijadikan Musala di Gresik

Sepeda motor antik tahun 1956 buatan Inggris Royal Anfield laku terjual Rp 100 juta lebih. Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun musala

TribunJatim.com/ Willy Abraham
Musala hasil lelang motor antik di Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sepeda motor antik tahun 1956 buatan Inggris Royal Anfield laku terjual Rp 100 juta lebih. Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun musala di tengah area tambak semi permanen dari papan kayu yang miring karena termakan usia yang terletak di Gladak Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Minggu (4/4/2021).

Sebelum dibangun, musala Darus Sa'dah peninggalan H Usman Amin ini menjadi tempat ibadah sekaligus tempat beristirahat para nelayan dan petani tambak warga Manyar hanya terbuat dari papan kayu bekas dan kondisinya miring nyaris ambruk. Akses menuju lokasi musala sangatlah sempit, sepanjang 400 meter akses jalan tidak bisa dilintasi mobil.

Musala itu kemudian dibangun oleh komunitas Motor Antik Club Indonesia (MACI) Kabupaten Gresik dengan total biaya sekitar Rp 200 juta.

Baca juga: Keluarga Tolak Terduga Teroris di Surabaya Dianggap Kelompok Berbahaya, Istri Tanyakan Kata Radikal

Ketua MACI Gresik, Rizal Vitradiansyah mengaku lega, karena awal tahun ini, tepatnya pada Minggu (17/1/2021) lalu dia melelang motor antik milik seorang donatur untuk memperbaiki musala. Motor itu ditawar banyak orang, hingga akhirnya dilepas di angka seharga ratusan juta rupiah.

Dua bulan berselang, tepatnya hari ini Minggu (4/4/2021). Musala Darus Sa'adah peninggalan H. Usman Amin berdiri kokoh dengan desain minimalis modern. Seluruh pembangunannya menggunakan dana dari hasil patungan anggota juga didapat dlari sumbangan para donatur.

"Dari anggota MACI Gresik ada yang menyumbangkan sebuah sepeda motor antik Royal Enfield 350 cc buatan Inggris tahun 1956. Dalam lelang motor itu terjual Rp 100 juta lebih. Hasilnya  seratus persen untuk pembangunan musala," terangnya.

Kondisi musala itu kini berlantai keramik, memiliki tempat wudhu dan satu toilet, tak lagi berdinding kayu dan berdiri kokoh.

Sebagai bentuk rasa syukur, panitia peresmian musala Darus Sa'adah juga mengundang 35 orang anak yatim dari Desa Manyar Rejo, Manyar Sidomukti dan Manyar Sidorukun. Pihaknya ingin berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu.

"Semoga dengan doa dan kehadiran mereka membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Imam Zoebairi, ketua panitia peresmian.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved