SBMPTN Jember

Patah Kaki Tidak Menyurutkan Perjuangan Peserta UTBK SBMPTN Unej

peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Pusat UTBK Universitas Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Nabila Fikianurohmah (pakai kursi roda) 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Patah kaki akibat kecelakaan tidak menyurutkan semangat dua orang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Pusat UTBK Universitas Jember (Unej).

Kedua orang peserta itu tetap berjuang untuk ikut ujian, meski harus menahan sakit di kaki.

Keduanya adalah Nabila Fikianurohmah, asal Kecamatan Srono, Banyuwangi, dan Ramsen Cahyatri Fatmasari, juga dari Banyuwangi. Keduanya sama-sama usai mengalami kecelakaan dalam waktu yang berbeda, namun sama-sama masih dalam masa penyembuhan.

Nabila mengikuti UTBK di hari ketiga, Rabu (14/4/2021). Remaja yang mengikuti ujian di FMIPA Unej itu harus duduk di kursi roda. Kaki kirinya patah. Bahkan beberapa hari ke depan, remaja itu harus menjalani operasi di kakinya tersebut.

Baca juga: Kasus Pencabulan, Rektor Unej Masih Menunggu Hasil Tim Pemeriksa Kasus Dosen RH

Baca juga: Bocor Nama Anak Rizki DA dan Nadya Mustika Rahayu, Ridho Kuak Clue Panggilan Ponakan, Udah Nanya

Baca juga: Ketua DPD RI Berharap Panitia PON Papua Antisipasi 2 Masalah Non Teknis

Meski begitu, dia tetap memilih mengikuti ujian terlebih dahulu. Ceritanya, sekitar dua bulan lalu Nabila yang tengah mengendarai motor ditabrak mobil selepas mengikuti les. Kaki kirinya patah. Semenjak itu Nabila harus tinggal di rumah sambil mengikuti les secara online.

“Awalnya saya tidak bisa bergerak sama sekali, untuk belajar pun harus dengan tiduran. Alhamdulillah berangsur-angsur membaik sehingga saya putuskan untuk tetap ikut UTBK. Saya nggak mau kalau harus ikut SBMPTN tahun depan,” ujar Nabila, Rabu (14/4/2021).

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Nabila diakui oleh kedua orang tuanya yang setia menunggu buah hatinya menjalani ujian.

Ayah Nabila, Syaiful Anwar mengatakan, dirinya sebenarnya meminta Nabila agar fokus pada penyembuhan kakinya lebih dahulu, tetapi anak keduanya itu ngotot mengikuti UTBK.

“Justru Nabila yang ingin ikut UTBK, padahal hari Jumat depan Nabila harus menjalani operasi. Semangatnya untuk menembus PTN memang luar biasa. Hari ini juga tetap berpuasa,” katanya.

Nabila tidak sendiri. Sebelumnya, pada hari kedua UTBK, Selasa (13/4/2021), ada Ramsen Cahyatri Fatmasari yang juga ujian dengan kondisi kaki diperban.

Untuk berjalan pun, Cahya, begitu panggilan akrabnya harus ekstra berhati-hati. Gara-garanya Cahya mengalami kecelakaan tunggal kala mengendarai motornya di jalan depan RSUD Blambangan saat akan ke Jember.

“Saya menghindari seorang bapak tua yang tiba-tiba menyeberang jalan, saya banting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Akibatnya saya yang jatuh dan sempat tak sadarkan diri. Begitu siuman, kaki kanan saya terluka,” kata Cahya seperti dikutip dari rilis Humas Unej.

Tak ingin kesempatan masuk ke PTN lepas, Cahya memutuskan tetap mengikuti UTBK. Kali ini Cahya memilih menggunakan kereta api ke Jember.

“Saya kuat-kuatkan untuk berangkat ke Jember dengan dibantu seorang kawan sesama peserta UTBK, sebab saya tahu nggak ada UTBK susulan. Apalagi saya ingin cita-cita kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember terwujud. Alhamdulillah banyak dibantu panitia saat mengikuti UTBK," lanjutnya.

Keberadaan peserta UTBK SBMPTN yang tetap hadir walau mengalami kendala kesehatan mendapatkan perhatian langsung dari Wakil Rektor I Universitas Jember, Prof Slamin, yang juga Ketua Pusat UTBK Universitas Jember.

Prof Slamin sempat mengunjungi Nabila di lokasi UTBK. Slamin kembali mengimbau kepada para peserta UTBK untuk menjaga kesehatan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved