Breaking News:

Gempa di Jawa Timur

Bangunan Rusak Parah, MAN 2 Malang Tak Bisa Gelar Sekolah Tatap Muka

Kerusakan bangunan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang, Kecamatan Turen akibat gempa bumi belum diperbaiki. Alhasil kegiatan belajar mengajar

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
Kondisi MAN 2 malang pascagempa di Malang 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kerusakan bangunan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang, Kecamatan Turen akibat gempa bumi belum diperbaiki. Alhasil kegiatan belajar mengajar di sekolah Islam tersebut masih tertunda.

"Pembelajaran masih dilakukan secara daring. Seluruh siswa tetap belajar di rumah. Ini dikarenakan bangunan sekolah masih rusak akibat gempa bumi," ujar Kepala Sekolah MAN 2 Turen Malang, Sama'i ketika dikonfirmasi pada Senin (19/4/2021).

Sama'i menjelaskan, gempa bumi membuat 10 ruangan kelas MAN 2 Malang rusak. Pantauan Surya di lokasi tampak bagian dinding serta atap bangunan rusak karena getaran gempa. Kerusakan banyak terjadi di lantai dua banguna sekolah.

Kerugian akibat kerusakan itu ditaksir mencapai miliaran Rupiah.

Baca juga: Sedan Mewah New BMW Seri 5 Sapa Para Crazy Rich di Surabaya, Varian Tertinggi Seharga Rp 1,4 M

"Untuk merenovasi bangunan kelas ini butuh dana setidaknya Rp 1,8 miliar," beber Sama'i.

Kini, pihak sekolah tengah dipusingkan dengan perbaikan kelas yang rusak. Pasalnya, Suma'i menjelaskan jika sekolah yang ia pimpin terkendala pendanaan.  Kendala terpaksa membuat dirinya hanya bisa menunggu bantuan renovasi sekolah.

"Masih belum tahu anggarannya darimana masih proses pembicaraan. Sekarang saya masih mencoba mengajukan anggaran. Ini masih pendataan dari pemerintah," kata Sama'i.

Guna membersihkan puing-puing kerusakan bangunan, Sama'i menuturkan para guru MAN 2 Malang secara sukarela melakukan kerja bakti. Kegiatan itu dilakukan setelah pembelajaran secara daring.

"Setiap hari guru masuk dan membersihkan ruang kelas juga. Kerja bakti dari lantai atas," terang Sama'i kepada Surya.

Suma'i mengkiaskan pihaknya hanya bisa pasrah menunggu perbaikan bangunan kelas. Jika kerusakan tak kunjung diperbaiki, para siswa MAN 2 Malang tetap belajar secara online. Total peserta didik di MAN 2 Malang sebanyak 504 siswa.

"Kalau tidak kunjung direnovasi kami terpaksa daring lagi," tutupnya. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved