Breaking News:

Berita Kota Batu

Banyak Pejabat di Pemkot Batu Ajukan Pensiun Dini, Ada Dugaan Kasus Korupsi

eberapa pejabat di Pemerintahan Kota Batu mengajukan pensiun dini atau atas permintaan sendiri (APS).

Benni Indo/Surya
Para penyidik KPK memasuki Balaikota Among Tani untuk mencari dokumen terkait dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi periode 2011-2017 pada Januari 2021. 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batu mengajukan pensiun dini atau atas permintaan sendiri (APS).

Malang Corruption Watch (MCW) mencatat, pejabat yang pensiun dini itu terindikasi memiliki kasus hukum, terutama kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan catatan Surya, sejumlah pejabat yang pensiun dini sejak 2020 lalu ada Edi Murtono yang merupakan mantan Inspektorat Pemkot Batu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD).

Terbaru adalah Himpun yang pensiun dini per 1 April 2021 dari jabatan terakhirnya sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Sedangkan yang masih dalam proses adalah Balok Yudono Patrikha. Balok menjabat sebagai Sekretaris Dewan sebelum dipindah ke jabatan terbaru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Baca juga: Tangis Haru Marc Marquez Bisa Sentuh Garis Finis MotoGP Portugal 2021

Baca juga: Ibu Kandung Betrand Peto Hanya Tertunduk Malu Sadar Anak Trauma Berat, Ruben Tegas: Dia Benci Sekali

Baca juga: Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Wakil Koordinator MCW, Ibnu Syamsu mengatakan, nama Edi Murtono disebut-sebut dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi yang menyeret manan wali kota sebelumnya.

Di sisi lain, Edi juga ditengarai terlibat dalam kasus pengadaan lahan SMA N 3 Batu yang saat ini sedang diusut oleh Kejaksaan Negeri Batu.

“MCW memang sedang mendalami korupsi politik di Kota Batu. Sebenarnya korupsi yang dilakukan mantan wali kota sebelumnya dengan Filipus Tjap, memberikan gambaran bahwa korupsi itu tidak berhenti di dua aktor itu. Akan tetapi melibatkan instansi lain karena sangat jelas ketika wali kota lama mengumpulkan kepala dinas, di situ diatur strategi pengambilan fee di masing-masing dinas,” kata Ibnu, Senin (19/4/2021).

Pensiunnya Edi Murtono atas permintaan sendiri melahirkan tanda tanya bagi MCW. Ibnu menegaskan, meskipun statusnya telah pensiun sebagai PNS, namun tidak serta merta meniadakan proses hukum yang tengah diusut.

“Edi Murtono yang juga pensiun dini itu menjadi tanda tanya. Kenapa PNS mengundurkan diri dini? Karena sangat jelas kronologi peran masing-masing dinas dalam putusan pengadilan. Dikoordinir sama inisial Y yang itu mengatur pemberian uang,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved