Breaking News:

Berita Jatim

Rakit Senjata Api Ilegal, Guru di Malang Dicokok, Polisi: Tersangka Melakukan Secara Otodidak

Rakit senjata api (senpi) ilegal, guru di Malang dicokok, polisi: Tersangka ini melakukannya secara otodidak.

TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Polda Jatim amankan senpi rakitan ilegal dari tangan tersangka AR yang berstatus seorang guru di Malang, 2021. 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dengan dibantu penyidik Polres Malang serta Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang guru perakit senjata api (senpi) tanpa dilengkapi surat sah. 

AR telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pria yang masih berusia 23 tahun itu bekerja sebagai tenaga pengajar. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, tersangka diamankan di musala GOR Ken Arok Jalan Mayjen Sungkono Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Modus operandi tersangka telah membuat atau merakit senjata Air Soft Gun Merk Baikal Makarov menjadi senjata api jenis laras pendek kaliber 22 mm, kaliber 38 mm, dan kaliber 9 mm. Selain itu, tersangka juga telah membuat senjata rakitan jenis Revolver kaliber 38 mm dengan menggunakan senjata air soft gun atas pesanan konsumen," kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat, (23/4/2021). 

Baca juga: Di Hari Kartini, Perempuan Bangsa Jatim Gaungkan Semangat Perlindungan Kelompok Rentan Saat Bencana

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Jawa Timur, Polisi Siap Berjaga di Tiga Akses Masuk Lumajang

Baca juga: Pulang Ngopi di GOR, Pemuda Sidoarjo Disabet Samurai Sekelompok Orang, Sampai Harus Dapat 20 Jahitan

Sementara itu, Wadir Krimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menambahkan, AR beroperasi merakit senpi ilegal itu pada bulan Februari 2021. 

"Tersangka ini melakukannya (merakit senpi) secara otodidak," imbuh Nasrun. 

Dari tangan tersangka, korps bhayangkara mengamankan tujuh pucuk senjata dengan biaya sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 6,5 juta per pucuk.

Atas perbuatannya, AR dijerat dengan pasal 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana merakit, membuat, menyimpan, menguasai dan membawa senjata api tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. 

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved