Breaking News:

Jawa Timur Tolak PPN Sembako 12 Persen

Paguyuban Pasar Baru Gresik Tolak Rencana PPN Sembako, Omzet Pedagang Masih Terdampak Covid-19

Protes keras dari Paguyuban Pasar Baru Gresik terhadap rencana Ppn sembako. Omset pedagang di pasar masih sepi terdampak pandemi Covid-19.

tribunjatim/willy
Yuris (40) pedagang sayur di Pasar Gresik baru menunjukkan cabai dagangannya masih belum laku, Selasa (9/3/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok mendapat protes keras dari Paguyuban Pasar Baru Gresik.

Karena omzet pedagang di pasar masih sepi terdampak pandemi virus Corona ( Covid-19 ) hingga saat ini.

Diketahui rencana itu tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Daftar harga sembako yang yang dikenakan PPN adalah beras ;gabah; Jagung; Sagu; Kedelai; Garam konsumsi; Daging; Telur; Susu; Buah-buahan; Sayur-sayuran; Ubi-ubian; Bumbu-bumbuan dan gula konsumsi.

Baca juga: BREAKING NEWS - IKAPPI Jatim Tolak Ppn Sembako 12 Persen, Rencana Gila yang Tak Berhati Nurani

Padahal dalam aturan sebelumnya, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak atau sembako termasuk objek yang tak dikenakan PPN. 

Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Muhamad Chumaidi mengaku, sebagai individu maupun organisasi sangat tidak setuju dengan rencana PPN sembako.

Pasalnya, kondisi saat ini sangat membebankan para pedagang.

“Kalau itu ditarik PPN kami jelas tidak setuju karena membebankan, omset kami masih sepi, kalau kena PPN otomatis pedagang pembeli merasakan dampak,”kata dia, Kamis (10/6/2021).

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved