Berita Jember

Satgas Covid-19 Jember Siapkan 3 Puskesmas Jadi Rumah Sakit Darurat, Hendy: Nanti Dinaikkan Kelasnya

Satgas Penanganan Covid-19 Jember siapkan 3 puskesmas jadi rumah sakit darurat, Bupati Jember Hendy Siswanto: Nanti akan dinaikkan kelasnya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Bupati Jember Hendy Siswanto (kiri) dan Wabup Jember M Balya Firjaun Barlaman, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember akan menjadikan tiga puskesmas setara dengan rumah sakit darurat.

Skema penanganan ini diambil satgas seiring terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 (virus Corona) baru di Kabupaten Jember selama sepekan terakhir.

Bupati Jember, Hendy Siswanto mengatakan, ketiga puskesmas tersebut akan naik kelas dan nantinya difungsikan sebagai rumah sakit darurat.

"Nanti akan dinaikkan kelasnya, ada tiga puskesmas. Akan dilihat, dan ditambah sarana dan prasarana yang diperlukan supaya menjadi rumah sakit darurat. Ini untuk menopang penanganan di rumah sakit yang semakin penuh," ujar Bupati Hendy, Rabu (14/7/2021).

Ketiga puskesmas itu adalah puskesmas di kawasan pusat kabupaten yang akan menopang RSD dr Soebandi, kemudian satu puskesmas di kawasan selatan barat untuk menopang RSD Balung, dan satu puskesmas di kawasan utara timur untuk menopang RSD Kalisat.

Dari informasi yang dihimpun TribunJatim.com, saat ini Dinas Kesehatan sedang mendesain puskesmas di kawasan pusat kabupaten untuk uji coba, juga dilakukan survei lokasi dan penyusunan kebutuhan pendukung.

Skema ini diambil Satgas Covid-19 Kabupaten Jember untuk menopang rumah sakit, terutama rumah sakit milik Pemkab Jember, yang okupansi perawatan pasien Covid-19 sudah penuh.

Bupati Hendy menyebut, awalnya pihaknya memang hendak memakai hotel sebagai rumah sakit darurat.

"Namun ternyata itu tidak efektif, juga sulit memenuhi sarana dan prasarananya. Jadi diputuskan untuk memakai puskesmas, namun dibuat setara rumah sakit darurat," tegasnya.

Baca juga: Gerakan Masyarakat Jember Membantu Warga yang Jalani Isolasi Mandiri, Beri Makanan hingga Dukungan

Selama sepekan terakhir, memang terjadi lonjakan kasus di Jember. Bahkan sejumlah rumah sakit yang melayani perawatan pasien Covid-19 sudah penuh.

Seperti tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi Jember sudah mencapai 95 persen lebih.

"Sekarang hanya tinggal tiga tempat tidur, itupun hanya di ruang perawatan anak (Perinatologi). Jadi tidak bisa untuk dewasa, ya sama dengan penuh sih," ujar Direktur RSD dr Soebandi Jember, dr Hendro Soelistijono.

Berdasarkan data, dalam dua hari terakhir terjadi penambahan kasus mencapai ratusan orang per hari.

Rabu (14/7/2021), ada tambahan positif baru sebanyak 207 kasus, sembuh baru 84 kasus, dan meninggal lima kasus. Kasus aktif mencapai 774 kasus.

Tambahan kasus tersebut menyebabkan kecamatan di Kabupaten Jember didominasi menjadi zona merah. Dari 31 kecamatan hanya tersisa sembilan kecamatan yang masuk zona oranye. Sisanya sebanyak 22 kecamatan berada di zona merah.

Sementara pada Selasa (13/7/2021), ada tambahan kasus positif sebanyak 187 kasus, 65 kasus sembuh, dan delapan kasus kematian. Kasus aktif sebanyak 656 kasus.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved