Berita Lumajang

Minuman Olahan Air Hujan, Banyu Langit Lumajang Disebut Mampu Percepat Pengobatan Covid-19

Salah satu studi dan eksperimen yang dilakukan di Lumajang mengolah air hujan menjadi minuman yang digadang-gadang mampu percepat penyembuhan Covid-19

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Tony Hermawan
Gus Mamak saat menunjukkan hasil olahan air hujan yang diberi nama 'Banyu Langit', Senin (2/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Banyu Langit di Lumajang digadang-gadang mampu mempercepat penyembuhan pasien virus Corona ( Covid-19 ).

Minuman tersebut merupakan salah satu studi dan eksperimen yang dilakukan di Lumajang, Jawa Timur.

Ahmad Nur Huda atau yang akrab disapa Gus Mamak adalah yang menginsiasi minuman Banyu Langit itu.

Air hujan diolah menggunakan alat elektolis sebagai terapi pengobatan.

Pasalnya dalam beberapa riset, kandungan zat yang dimiliki air hujan mampu mendukung maupun mengobati beberapa penyakit.

Baca juga: 6 Tips Menerapkan Frugal Living yang Jadi Gaya Hidup Anak Muda Masa Kini, Jaga Kesehatan Termasuk

Gus Mamak memanfaatkan tanahnya yang seluas setengah hektar di kawasan Rogotrunan, sebagai tempat pengolahan air hujan untuk pengobatan.

Menurutnya, khasiat air hujan hasil pengolahannya digadang-gadang mampu mempercepat penyembuhan Covid-19.

Gus Mamak menjelaskan eksperimennya, yakni pertama, air hujan dipanen saat musim dingin.

Kemudian air hujan disaring di instalisasi pipa untuk memisahkan kandungan bakteri. Lalu air hujan ditampung dalam tandon berkapasitas 6000 liter.

Air yang sudah melewati proses sterilisasi kemudian dialirkan dalam bejana yang tutupnya terpasang alat stainlistis. Ujung luar stainlistis pun diberi aliran listrik agar ion air menjadi elektrolisa (memecah).

Otomatis pada tahap ini sifat air hujan menjadi terpecah dua klasifikasi, yakni asam dan basa.

"Nah untuk air yang bersifat basa bisa langsung diminum. Biasanya digunakan untuk terapi pengobatan, sedangkan yang bersifat asam bermanfaat sebagai hand sanitizer dan obat luka luar," kata Gus Mamak.

Gus Mamak sendiri memulai mendedikasikan diri mengolah air hujan sejak 3 tahun lalu. Air hujan yang berhasil diolah diberi nama 'Banyu Langit'.

Baca juga: Agustus, Lumajang Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pelajar Termasuk Anak Putus Sekolah, Ini Syaratnya

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved