Berita Kota Batu

Dinsos Kota Batu Rampungkan Asesmen 26 Anak yang Orang Tuanya Meninggal Dunia karena Covid-19

Tindaklanjuti penelusuran jumlah anak yang orang tuanya meningga karena Covid-19 di Kota Batu. Begini kata Kepala Dinas Sosial Ririk Mashuri.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
Istimewa/Diskominfo Batu
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (kanan) didampingi Kepala Dinas Sosial, Ririk Mashuri memberikan bantuan kepada warga di Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (27/8/2021). Ririk mengatakan, Dinsos Batu telah merampungkan asesmen terhadap 26 anak yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19. Hasil asesmen tersebut, anak-anak butuh biaya pendidikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Sosial Kota Batu menindaklanjuti penelusuran jumlah anak yang orang tuanya meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona ( Covid-19 ) di Kota Batu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, ada 26 anak yang telah selesai diasesmen oleh Dinas Sosial.

Sementara jumlah anak yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19 ada lebih dari 87.

"Kami sudah laporkan ke Wali Kota tentang anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Kami bersama Dinsos Jatim melakukan Layanan Dukungan Psikososial," ujar Ririk, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Gubernur Khofifah Indar Parawansa Terbitkan SE Penanganan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Dari hasil asesmen tersebut, anak-anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim-piatu membutuhkan pangan dan biaya pendidikan. Ririk mengatakan, kebutuhan biaya pendidikan paling dibutuhkan anak-anak mulai dari jenjang SD hingga SMA. 

"Hasil asesmen itu juga diteruskan rekomnya ke Dinas Pendidikan jika mengalami kesulitan biaya pendidikan. Kami juga disetori data dari Dinas Pendidikan sendiri. Anak SD sekian, anak SMP sekian dan SMA masih dalam proses. Ada 87 kemungkinan," terang Ririk.

Selain itu, Dinsos Batu juga mendapatkan laporan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu.

Termasuk dari para camat di tiga kecamatan yang ada. Pendataan masih belum selesai hingga Jumat (27/8/2021).

"Kami juga meminta data ke kecamatan. Tugas Dinas Sosial adalah asesmen mereka satu per satu langsung ke keluarganya. Lalu diteruskan ke program-program sesuai kebutuhan," ujar Ririk.

Baca juga: PTSL 9 Desa di Kota Batu Telah Rampung, Segera Diserahkan pada September

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu. Khamim Tohari mendorong agar Pemkot Batu memberikan perhatian kepada anak-anak tersebut. Pasalnya, mereka harus melanjutkan sekolah.

Anggaran bisa diambilkan melalui Dinas Pendidikan. 

“Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Apalagi sesuai UUD 1945 diterangkan bahwa anak-anak yang kurang beruntung merupakan tanggung jawab negara,” ujarnya. 

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengharapkan Pemkot Batu mengajukan anggaran dalam pembahasan KUA PPAS 2022. 

“Tujuan utamanya, supaya siswa yang ditinggalkan orang tuanya akibat Covid-19 bisa terbantu,” terangnya. 

Khamim mengaku mendapatkan informasi mengenai jumlah anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena sakit Covid-19. Anak-anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim-piatu tersebut tersebar di tiga kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan Batu, Eny Rachyuningsih belum bisa memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Ia beralasan menunggu data selesai dikumpulkan.

"Maaf nanti saja kalau semuanya sudah pasti dan sah," katanya dalam keterangan tertulis.

Berita tentang Kota Batu

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved