Breaking News:

Berita Madiun

Diversifikasi Pangan Lokal Non Beras, Wali Kota Madiun Kawinkan Nasi Porang dengan Pecel

Wali Kota Madiun, Maidi tengah mengupayakan komoditas umbi porang sebagai diversifikasi pangan atau alternatif makanan non beras.

TribunJatim/Sofyan Arif Candra
Wali Kota Madiun Maidi Bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo Mencoba Pecel Porang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi tengah mengupayakan komoditas umbi porang sebagai diversifikasi pangan atau alternatif makanan non beras.

Pemkot Madiun sudah memulai penanaman umbi porang di Edu Park Ngrowo Bening sebagai pilot project diversifikasi pangan non beras.

Salah satu caranya dalan dengan mengkombinasikan produk porang dengan makanan khas Kota Madiun yaitu pecel.

"Kalau banyak masyarakat yang tahu nasi porang itu sehat, baik untuk kesehatan, dan enak tentu akan banyak yang mencari sehingga permintaan porang akan tinggi," terang Maidi saat ditemui usai menghadiri Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal, di Taman Sumber Wangi, Jalan Pahlawan, Kota Madiun, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Wacanakan Penyekatan, Wali Kota Madiun Tak Ingin Ada Klaster Libur Natal dan Tahun Baru

Maidi akan memasarkan produk olahan porang ini di Kota Madiun untuk membantu menyerap hasil panen porang petani di Kabupaten Madiun.

"Kalau dulu harga porang Rp 12 ribu perkilogram dan sekarang turun jadi Rp 5 ribu perkilogram dengan permintaan yang banyak ini harapannya harga akan kembali naik," lanjut Mantan Sekda Kota Madiun ini.

Maidi juga telah berbicara dengan sejumlah investor untuk membangun pabrik pengolahan porang di Kota Madiun.

Baca juga: Sajikan Kuliner Sehat, Wali Kota Madiun Maidi Padukan Pecel dengan Porang

Pabrik pengolahan porang ini diproyeksikan bisa memenuhi permintaan konsumsi porang di Kota Madiun dan sekitarnya serta memenuhi permintaan eskpor ke luar negeri.

"Untuk (pembangunan) pabrik, (saya) dengan investor sudah ngomong-ngomong, tempatnya dari kita (Pemkot Madiun) mesinnya dari dia (investor) termasuk negara mana tujuan ekspor nanti," ucap Maidi.

Baca juga: Kesurupan Massal Warnai Aksi Seniman Jaranan di Depan Kantor Satpol PP Kota Kediri 

Lebih lanjut, selain menyediakan alternatif pangan non beras, Maidi akan gencar mensosialisasikan pola makan sehat termasuk mengurangi ketergantungan mengonsumsi nasi yang mempunyai kandungan karbo tinggi.

"Masyarakat dilatih jangan nasi terus karena karbonnya tinggi. Akan kita coba mindsetnya diubah," ucap Maidi.

"Kalau dilihat produk olahan makanan kita yang bisa jadi pengganti nasi sudah luar biasa banyak dan enak, kalau lidah sudah terbiasa saya yakin bisa," pungkasnya.

Baca juga: Geger Truk Muatan Gas Menyembur di Bangkalan, Salah Penanganan Bisa Meledak hingga Radius 5 Km

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved