Breaking News:

Berita Tuban

DPRD dan Pemkab Buka Suara Terkait Aksi Buruh yang Tolak Kenaikan UMK Tuban 2022 Rp 6.990

DPRD dan Pemkab Tuban buka suara terkait aksi buruh yang menolak kenaikan UMK Tuban 2022 sebesar Rp 6.990.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Buruh menggeruduk Mal Pelayanan Publik (MPP), DPRD dan Kantor Pemkab Tuban, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021). Kedatangan para buruh itu untuk memprotes kenaikan UMK Tuban 2022 yang dinilai sangat jauh dari kelayakan, yaitu Rp 6.990. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Ratusan buruh menggeruduk Mal Pelayanan Publik (MPP), DPRD dan Kantor Pemkab Tuban, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021). 

Kedatangan para buruh itu untuk memprotes kenaikan UMK Tuban 2022 yang dinilai sangat jauh dari kelayakan, yaitu Rp 6.990.

Saat menyampaikan aspirasi di gedung dewan, buruh ditemui Ketua DPRD Tuban, Miyadi.

Di hadapan ratusan pekerja, Miyadi menyampaikan menerima aspirasi dan akan diteruskan kepada Bupati Tuban.

Bahkan, aspirasi dari buruh yang memprotes kenaikan UMK Tuban 2022 juga disebut akan dikawal.

"Kami terima aspirasi para buruh dan akan kita kawal ke bupati, ini banyak juga teman buruh yang saya kenal," ujar pria yang juga sebagai Ketua DPC PKB Tuban itu.

Saat di Kantor Pemkab, buruh tak berhasil untuk bertemu Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Qomariyati menyatakan, aspirasi para buruh diterima.

Untuk selanjutnya, ia akan mengagendakan pertemuan dengan Bupati Aditya Halindra Faridzky.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved