Virus Corona

Rincian 5 Derajat Gejala Covid-19: Asimptomatis-Kritis, Dilengkapi Ketentuan Karantina dan Isolasi

Ketahui Pembagian klasifikasi gejala Covid-19 ini berdasarkan kondisi yang dialami pasien: tanpa gejala hingga kritis.

Editor: Hefty Suud
Shutterstock
Ilustrasi rincian derajat gejala Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah mengklasifikasikan derajat gejala virus Corona ( Covid-19 ) menjadi lima. 

Yakni tanpa gejala atau asimptomatis, gejala ringan, gejala sedang, gejala berat, dan kritis.

Pembagian klasifikasi gejala Covid-19 ini berdasarkan kondisi yang dialami pasien yang terpapar virus Corona.

Informasi lengkap mengenai derajat gejala Covid-19 tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021.

Berikut rincian derajat gejala Covid-19:

Baca juga: Nasib 4 Personel Band Radja Dulu Dipuja, Sepi Job Imbas Corona, Ian Kasela Terpaksa Jual Kacamata

Baca juga: Virus Corona Terus Bermutasi, Mengapa? ini Penjelasan Kata Ahli Patologi dan Cara Mencegahnya

1. Tanpa gejala

Ilustrasi - Kekebalan tubuh yang lemah dapat memengaruhi gejala yang ditimbulkan karena terinfeksi Covid-19. Lantas bagaimana kekebalan dari orang-orang yang hanya memiliki satu ginjal?
Ilustrasi - Klasifikasi gejala Covid-19 (Pixabay)

Orang yang positif Covid-19 bisa tanpa gejala atau asimptomatis (tidak ditemukan adanya gejala klinis).

2. Gejala ringan

Pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia.

Gejala yang muncul seperti:

  • Demam
  • Batuk Fatigue (kelelahan)
  • Anoreksia (gangguan makan)
  • Napas pendek Mialgia (nyeri otot)

Sementara, gejala tidak spesifik lainnya, seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Kongesti hidung
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Hilang penciuman (anosmia) atau hilang pengecapan (ageusia)

Baca juga: Cara Memantau Sebaran Virus Corona Varian Baru Omicron, ini Linknya, 42 Negara Sudah Lapor

Baca juga: 6 Gejala Omicron yang Sering Terabaikan: Kehilangan Nafsu Makan hingga Berkeringat di Malam Hari

3. Gejala sedang

Ada dua kondisi yang berbeda yang dirasakan oleh pasein anak-anak, remaja atau dewasa.

Pada pasien remaja atau dewasa, yakni pasien dengan tanda klinis pneumonia (demam, batuk, sesak, napas cepat) tanpa tanda pneumonia berat termasuk SpO2 lebih dari 93 persen dengan udara ruangan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved