Virus Corona

Positif Covid-19 Rapid Test Antigen Apakah Perlu Tes PCR? Begini Penjelasan Kemenkes hingga Satgas

Penjelasan Kemenkes dan Satgas Covid-19 tentang pertanyaan 'hasil tes positif Covid-19 dari antigen, perlukah tes PCR?'.

Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Melia Luthfi
Pasien National Hospital Surabaya saat melakukan tes PCR Covid-19, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Beberapa orang meragukan hasil tes positif Covid-19 dari antigen

Biasanya, mereka melanjutkan tes PCR untuk memastikan apakah benar terpapar virus Corona ( Covid-19 ) atau tidak.

Hal tersebut pun menimbulkan pertanyaan di masyarakat. 

'Apakah seseorang yang dites reaktif antigen harus melakukan tes PCR untuk memastikan dirinya positif Covid-19?'

Berikut penjelasan Kemenkes hingga Satgas Covid-19 terkait pertanyaan tersebut.

Baca juga: Beda Sakit Kepala Biasa dengan Akibat Infeksi Covid-19 Omicron, Cek 3 Hal Ini untuk Mengetahuinya

Baca juga: Omicron di Surabaya Lebih Banyak Serang Anak, Dewan Minta Fungsi UKS di Sekolah Dimaksimalkan

Santriwati Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, asal Kabupaten Pamekasan, Madura, saat dirapid test antigen oleh Tim Nakes Rapid Puskesmas Galis, di Kantor Kecamatan Galis, Sabtu (22/5/2021). 
Santriwati Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, asal Kabupaten Pamekasan, Madura, saat dirapid test antigen oleh Tim Nakes Rapid Puskesmas Galis, di Kantor Kecamatan Galis, Sabtu (22/5/2021).  (TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN)

 

Penjelasan Kemenkes hingga Satgas Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan jika seseorang dites positif atau reaktif menggunakan rapid tes antigen, maka dia sudah dihitung sebagai positif Covid-19.

"Kalau sekarang bisa Antigen positif sudah positif Covid-19," kata Nadia, melansir dari Kompas.com, Senin (28/2/2022).

Sementara itu dihubungi terpisah, ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto mengatakan hal yang sama, yaitu jika hasil antigennya positif, sama dengan positif Covid-19.

"Kalau antigen positif, tidak perlu PCR lagi, langsung dinyatakan konfirmasi dan isolasi," ujar Tonang pada Kompas.com, Minggu (27/2/2022).

Dia mengungkapkan ketentuan tersebut sudah berlaku sejak Maret 2021.

Baca juga: Nasib 4 Personel Band Radja Dulu Dipuja, Sepi Job Imbas Corona, Ian Kasela Terpaksa Jual Kacamata

Baca juga: Waspada Tingginya Kasus Omicron, KAI Daop 8 Surabaya Konsisten Terapkan Prokes Ketat bagi Pelanggan

Harus menjalani isolasi

Tak hanya itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI Purn dr Alexander K Ginting Sp.P(K), FCCP menambahkan jika hasil rapid test reaktif, artinya sudah terinfeksi.

Selanjutnya, baik yang hasilnya positif melalui rapid test maupun PCR, keduanya harus diisolasi.

Ilustrasi - Pasien Covid-19 Omicron menjalani isolasi mandiri.
Ilustrasi - Pasien Covid-19 Omicron menjalani isolasi mandiri. (freepik.com by katemangostar)
Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved