Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo

KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo, Soroti Jam Kerja Sopir: Di Luar Batas Manusia

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab kecelakaan dan peningkatan fatalitas korban yang meninggal dalam kecelakaan bus pa

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ M Romadoni
Tersangka Ade Firmansyah sopir bus kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto, saat menjalani penyidikan di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokarto Kota, Jumat (20/5/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab kecelakaan dan peningkatan fatalitas korban yang meninggal dalam kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto.

Sebelumnya, Tim KNKT melakukan investigasi selama tiga hari sejak 17-20 Mei 2022 untuk menyelidiki penyebab kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah dan fatalitas yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa hingga mencapai 16 orang meninggal.

Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Ahmad Wildan (53) menyampaikan hasil investigasi secara menyeluruh terkait kecelakaan bus di Tol Mojokerto tersebut.

"Jadi selama investigasi kita sudah menemukan yang kita cari ada dua yakni pertama penyebab terjadinya kecelakaan dan penyebab terjadinya peningkatan fatalitas korban (Meninggal)," jelasnya saat dikonfirmasi Surya.co.id (Tribun Jatim Network)  melalui seluler, Sabtu (21/5/2022).

Dia membeberkan temuan pertama berkaitan dengan penyebab kecelakaan dipicu faktor Human (Manusia) atau sopir bus yang mengalami kelelahan akut. 

Baca juga: Korban Meninggal dalam Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo Bertambah Menjadi 16 Orang

Baca juga: Dalih Sopir Cadangan Nekat Gantikan Sopir Utama Kemudikan Bus hingga Terjadi Laka Maut di Tol Sumo

Awak kendaraan baik pengemudi utama bernama Adi Ardiyanto (31) asal Menganti, Gresik maupun pembantu pengemudi atau kernet Ade Firmansyah (29) warga Kelurahan Sememi, Benowo, Surabaya di mana keduanya mengalami kelelahan.

Kelelahan akut ini disebabkan lantaran waktu kerja diambang batas bahkan di luar kemampuan manusia. 

Bus pariwisata itu mengantarkan rombongan warga Benowo berwisata ke Dieng, Jawa Tengah, berangkat dari Surabaya pada Sabtu (14/5) malam dan pulang Senin (16/5) pagi.

"Rentan waktu kerja yang diambang batas bahkan di luar kemampuan manusia itulah memicu kelelahan akut sehingga menurunkan performa dari kedua awak kendaraan, baik pengemudi maupun pembantu pengemudi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved