Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo
Keluarga Sopir Bus Maut di Tol Sumo Beri Tanggapan Soal Anaknya Konsumsi Sabu dan Miras
Orangtua Ade Firmansyah sopir bus maut di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), KM 712.400/A, hingga menewaskan 16 orang, yang berstatus tersangka, pasrah ji
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Orangtua Ade Firmansyah sopir bus maut di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), KM 712.400/A, hingga menewaskan 16 orang, yang berstatus tersangka, pasrah jika kepolisian menyebut kecelakaan itu disebabkan karena anaknya mengonsumsi sabu dan miras saat mengemudi
Ayahanda Ade Firmansyah, Supri mengaku, pasrah jika anaknya itu, diketahui mengonsumsi narkotika dan miras saat mengemudikan bus bernopol S-7322-UW itu.
Pihaknya tidak akan membantah ataupun menyangkal hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian atas insiden tabrakan bus yang sedang dikemudikan oleh anaknya.
"Itu hanya, sudah saya engga bisa lagi bicara, monggo aja, siapa saja untuk memberitakan. Itu saja saya. Yang penting semua urusan ini, sudah saya serahkan ke pihak pengurus dan kepolisian," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di kediamannya, Sememi, Benowo, Surabaya, Minggu (22/5/2022).
Baca juga: Tanggapan Keluarga Sopir Bus Maut di Tol Sumo soal Proses Hukum Anaknya Jadi Tersangka
Jikalau memang anaknya itu atau Ade terbukti mengonsumsi sabu ataupun miras. Supri menegaskan, perbuatan anaknya itu, sudah diluar pengawasan orangtua ataupun pihak keluarga.
Namun, ia menegaskan, sebagai orangtua, Supri telah mendidik sang anaknya itu semaksimal mungkin.
"Itu sudah diluar (sepengetahuan) saya sudah. Kalau orangtua, ya tetap kami membina yang baik, itu aja. (Nyabu dan miras) itu udah di luar pengawasan dari orangtua," pungkasnya.
Sekadar diketahui, insiden kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 06.15 WIB, pada Senin (16/5/2022).
Bus tersebut mengangkut 32 orang penumpang warga Benowo, Pakal, Surabaya, yang bertamasya ke destinasi wisata Dieng, Wonosobo, Jateng, dengan jadwal keberangkatan pada Sabtu (14/5/2022).
Baca juga: KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo, Soroti Jam Kerja Sopir: Di Luar Batas Manusia
Setelah merampungkan agenda wisata tersebut. Rombongan bus tersebut kemudian melakukan perjalanan pulang pada Minggu (15/5/2022) malam.
Setelah berhenti di Rest Area Tol Saradan-Madiun, KM 626/A, bus tersebut melanjutkan perjalanan kembali.
Setibanya di KM 712.400, bus dikabarkan menghantam tiang penyangga papan reklame di bahu kiri jalan.
Hingga Minggu (22/5/2022), korban tewas berjumlah 16 orang. 13 orang tewas di tempat kejadian, tiga orang lainnya, tewas saat menjalani perawatan di RS.
Hasil penyelidikan dan penyidik yang dilakukan oleh Unit Kecelakaan Satlantas Polres Mojokerto Kota, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, dan Tim TAA Korlantas Mabes Polri, menyebut kecelakaan itu disebabkan karena sopir cadangan, Ade Firmansyah, diduga mengemudikan bus dalam keadaan mengantuk.
Baca juga: Korban Meninggal dalam Kecelakaan Maut Bus di Tol Sumo Bertambah Menjadi 16 Orang