Berita Nganjuk

Ayah di Nganjuk Nekat Curi Handphone Demi Belajar Anak, Begini Endingnya

Kejaksaan Negeri Nganjuk menerapkan program resorative Justice (RJ) untuk kasus pencurian handphone. Ini antara tersangka dan korban pencurian telah m

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Achmad Amru Muiz
Tersangka pencurian HP menerima surat pembebasan dalam program Restorative Justice yang disaksikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk menerapkan program resorative Justice (RJ) untuk kasus pencurian handphone (HP). Ini antara tersangka dan korban pencurian telah memenuhi persyaratan penerapan program RJ dari Kejari Nganjuk.

Kasubsi Prapenuntutan Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Nganjuk, Liya Listiana SH menjelaskan, perkara pencurian handphone tersebut dengan tersangka Karmidi (30) dan korban Sutikno.

Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan tersangka juga menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Selain itu, dikatakan Liya Listiana, korban telah memaafkan perbuatan tersangka serta tidak menuntut ganti rugi mengingat HP milik korban telah kembali kepada korban.

"Itu yang menjadi alasan kami untuk menghentian penuntutan/tidak melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan," kata Liya dalam rilis Tim Penerangan Kejari Nganjuik, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Nekat Curi Ponsel untuk Anak Sekolah Online, Ibu di Kediri Lega Dapat Restorative Justice: Menyesal

Diungkapkan Liya Listiana, perkaran pencurian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 21 Maret 2022 sekitar pukul 06.30 WIB.

Tersangka mengantar istrinya ke Pasar Warujayeng di Kecamatan Tanjunganom untuk membeli buah.

Sampai di pasar tepatnya di depan penggilingan daging barat pasar Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, tersangka menurunkan istrinya untuk berbelanja kedalam pasar.

Sedangkan tersangka, menurut Liya Listiana, memarkir sepeda motornya di depan penggilingan daging.

Pada saat tersangka hendak memarkirkan sepeda motornya, tersangka melihat sebuah HP merk OPPO A12 warna abu-abu di dastboard sepeda motor Yamaha NMax yang dikendarai oleh korban.

Baca juga: Nasib Mujur Pencuri Cabai di Kediri, Korban Berbesar Hati Maafkan Pelaku: Punya Anak dan Keluarga

"Tersangka yang berprofesi sebagai penjual kue keliling itu kemudian melakukan pencurian sebuah handphone yang akan diberikan kepada anaknya. Di mana HP itu akan dipergunakan untuk mengikuti pelajaran sekolah melalui sarana daring/online. Itulah mengapa perkara itu layak diselesaikan secara Restorative Justice," ucap Liya Istiana.

Sementara Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Roy Ardiyan SH menambahkan, sesuai Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, pihak Kejari telah berupaya menciptakan harmonisasi di masyarakat dengan menggunakan pendekatan hati nurani.

Kejari Nganjuk, menurut Roy Ardiyan, sudah ketiga kalinya melakukan upaya restoratif justice yang telah disetujui oleh Jaksa Muda Tindak Pidana Umum.

"Ini ketiga  kalinya kami melakukan upaya Restorative Justice, sehingga kami akan terus mengupayakan penanganan perkara dengan menggunakan pendekatan hati nurani sesuai arahan Jaksa Agung," kata Roy Ardiyan.

Baca juga: Kesal Tugas Kuliah Sering Dicontek, Mahasiswa di Bangkalan Curi Laptop Teman Sekamar, Endingnya Pilu

Sejak tingkat penyidikan terhadap tersangka, tambah Roy Ardiyan, telah dilakukan penahanan. Dan setelah dilakukan proses Restorative Justice oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Ketika saling dipertemukan para pihak anatara tersangka dan korban telah saling memaafkan hingga berhasil mencapai kesepakatan perdamaian antara tersangka dengan korban serta keluarga korban.

"Setelah dinilai persyaratan Restorartive Justice terpenuhi maka Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk menerbitkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) terhadap perkara atas nama tersangka tersebut, selanjutnya tersangka dibebaskan dari penahanan dan dipertemukam dengan keluarga," tutur Roy Ardiyan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved