Berita Surabaya

Kisah Pilu Driver Ojol Surabaya, Ngalong Gak Dapat Orderan Malah Dibegal, Terpaksa Berhenti 'On Bid'

Kisah pilu driver ojol di Surabaya, 'ngalong' gak dapat orderan malah dibegal hingga motor untuk mencari nafkah raib, terpaksa berhenti 'on bid.'

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Motor Honda Genio warna hitam bernopol DK-3571-FBK milik driver ojol raib digondol kawanan begal saat berada di Halte Darmo Permai 2, Jalan Mayjend Sungkono, Dukuh Pakis, Surabaya, Selasa (28/6/2022). Ini kisah pilu driver ojol di Surabaya, 'ngalong' gak dapat orderan malah dibegal hingga motor untuk mencari nafkah raib, terpaksa berhenti 'on bid.' 

Arief berhasil menghindari sabetan parang yang diayun pelaku ke arahnya, dengan melompat mundur, lalu bergegas menjauhi serbuan tiga orang komplotan begal tersebut. 

"Mereka lari ke arah Jalan HR Muhammad atau arah ke Underpass. Tapi saat kabur mereka ambil jalur kanan, saya mengiranya mereka lari ke kawasan Dukuh Kupang," ungkapnya. 

Ketiga pelaku diperkirakan masih berusia remaja. Mereka berboncengan tiga dalam satu motor, dan tidak ada yang memakai helm. 

Mereka memakai masker. Sehingga Arief kesulitan mengidentifikasi raut wajah ketiga remaja komplotan begal bersenjata tajam itu. 

"Perkiraan masih remaja, ya anak-anak, sekitar umur segitu. Dari ciri fisiknya, mereka enggak lebih tinggi dari saya," jelas Arief. 

Akibat insiden tersebut, Arief yang bekerja sebagai driver ojol sejak tahun 2019 itu, terpaksa berhenti 'on bid' selama waktu yang tidak ditentukan. Karena motor satu-satunya milik Arief raib digondol komplotan begal. 

Insiden kriminalitas tersebut sudah dilaporkan oleh Arief ke markas kepolisian setempat. Ia berharap pelaku dapat segera dibekuk, sehingga insiden serupa tidak menimpa orang lain. 

"Dalam jok motor ada dompet, KTP, SIM, STNK, ATM, uang tunai. Kalau ATM bisa saya blokir. Tapi total kerugian ya sekitar Rp 16 juta. Saya langsung lapor polisi saat itu," katanya. 

Sementara itu, Kapolsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya, Kompol Agung Widoyoko mengatakan, korban sudah membuat laporan setelah mengalami kejadian tersebut. 

Polisi masih terus melakukan penyelidikan. Termasuk memeriksa sejumlah saksi, dan menghimpun sejumlah alat bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian. 

"Korban warga Kapasan, namanya Arief. Korban langsung ke polsek buat laporan jam 5-an. Korban gak ada luka," ujar Kompol Agung Widoyoko saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved