Berita Surabaya

Buntut Gugatan Merek Dagang PS Glow, MS Glow Ajukan Kasasi atas Putusan Pengadilan Niaga Surabaya

Polemik gugatan merek dagang PS Glow rupanya berbuntut panjang. MS Glow berencana mengajukan kasasi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
MS Glow bakal ajukan kasasi terkait perebutan merek dagang dengan PS Glow 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nama merek dagang kosmetik yang dimiliki oleh dua pengusaha muda tengah diperebutkan di Pengadilan Niaga Surabaya.

Hasilnya, gugatan merek dagang PS Glow milik Putra Siregar itu dimenangkan hakim Pengadilan Niaga Surabaya, dan menuntut MS Glow milik Gilang Widya Pramana harus membayar kerugian sebesar 37 Milyar.

Menanggapi itu, Arman Hanis selaku kuasa hukum MS GLOW merasa aneh dengan Putusan Pengadilan Niaga Surabaya.

Pasalnya MS GLOW merupakan merek yang sudah terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual pada 2016, 5 tahun sebelum PS Glow terdaftar pada 2021.

"Fakta hukum ini dengan jelas telah diabaikan oleh hakim. Bagaimana mungkin kami meniru sesuatu yang tidak atau belum ada?" ungkap Arman Hanis, Kamis (14/7/2022).

Karena itu, Arman menyatakan ia bersama kliennya akan mengajukan kasasi atas putusan pengadilan niaga Surabaya terkait gugatan sengketa merek dengan PS Glow.

Baca juga: Kalah Gugatan, MS Glow Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 37 Miliar ke PS Glow, Istri Juragan 99 Bereaksi

Apalagi, Pengadilan Niaga Surabaya menyatakan, pihak MS Glow sebagai tergugat wajib membayar ganti rugi kepada PS Glow selaku penggugat, kurang lebih sebesar Rp37.9 miliar Rupiah.

Dalam putusan itu, MS Glow digugat karena dianggap memiliki kesamaan pokok dengan PS Glow.

Padahal sebelumnya, MS Glow pernah dinyatakan menang dalam gugatan sengketa merek terhadap PS Glow di Pengadilan Niaga Medan.

Dalam putusannya, Pengadilan Niaga Medan menyatakan bahwa pendaftaran merek PS Glow dibatalkan dan memerintahkan Kementerian Hukum dan HAM untuk mencoret merek PS Glow.

Dalam perjalanannya,merek MS Glow sudah cukup dikenal di Indonesia dan dirintis oleh Shandy Purnamasari istri Gilang Widyq Pramana pada 2013.

Pada 2016, merek teresebut telah didaftarkan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual.

Kemudian di bulan Agustus 2021, Putra Siregar meluncurkan PS Glow yang memiliki kemiripan nama maupun jenis produk dan desain dengan MS Glow.

MS Glow lalu mengajukan gugatan dan memenangkan gugatan di Pengadilan Niaga Medan setelah perjalanan panjang sengketa merek ini.

Pengadilan Niaga Medan mengabulkan gugatan MS Glow dengan dasar prinsip first to use atau pengguna pertama, dengan fakta bahwa MS GLOW terdaftar pada 2016 dan PS Glow pada 2021.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved